Enam Tips Menghindari Investasi Bodong

Investasi properti.
Sumber :
  • U-Report

VIVA.co.id – Siapa sih yang tidak ingin mendapatkan keuntungan berlimpah saat berinvestasi? Ya, setiap orang pasti akan tergiur dengan penawaran investasi yang menjanjikan hasil berkali lipat jumlahnya. Hanya duduk manis kemudian uang puluhan hingga ratusan juta jatuh ke pangkuan.

img_title Investasi Properti di Jalur TB Simatupang Bisa Cuan, Ini Faktornya

Namun pada kenyataannya, janji-janji manis tersebut tak ubahnya seperti angin surga semata. Mereka yang terpikat bukannya meraup untung tapi malah buntung.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berdasarkan data Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan, dari tahun 2013–2014 tercatat ada 2.772 pengaduan dari masyarakat tentang penawaran investasi bodong. Bahkan total kerugian minimal bisa mencapai Rp45 triliun, baik yang masuk ke dalam kategori investasi bodong ataupun investasi yang mencurigakan.

img_title Berinvestasi di Masa Pandemi, Sektor Ini Malah Kasih Keringanan

Kaukabus Syarqiyah, perencana keuangan dari Kaukabus Financial Literacy Center, sangat menyayangkan kejadian ini. Padahal lembaga-lembaga seperti ini tidak semuanya berstatus bodong atau fiktif.

“Tapi faktanya ada oknum-oknum yang membuat lembaga investasi menjadi buruk sehingga menimbulkan trauma bagi masyarakat. Jadikan fenomena ini sebagai pelajaran, dan biar bagaimana pun proses seleksi itu ada di tangan Anda selaku calon investor,” ujar wanita yang akrab disapa Kikau ini dalam keterangan pers-nya di Jakarta, 29 November 2016.

img_title Tingkat Hunian Jadi Indikator Pasar Properti

Kikau juga menjelaskan, lembaga investasi yang bodong merupakan pihak ketiga yang berusaha melakukan money game yang sama sekali tidak terkait dengan wujud bisnisnya.

“Mereka sangat tahu betul bagaimana karakter masyarakat yang ‘haus’ akan uang. Sehingga tanpa menjelaskan lebih rinci jenis bisnisnya, oknum-oknum ini langsung menawarkan keuntungan. Misalnya dengan investasi yang kecil, namun bisa menghasilkan keuntungan yang besar, cepat, dan tanpa usaha.”

“Inilah yang disebut dengan pendapatan pasif. Tetapi idealnya pendapatan pasif adalah yang bisa membuahkan keuntungan lewat berbisnis. Nah, investasinya saja sudah tidak jelas, Anda tidak perlu melakukan apa-apa tetapi dijanjikan keuntungan yang besar,” ujar Kikau.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Kikau, alasan seseorang mudah tergiur pada investasi bodong juga karena tawaran bunga yang besar dibandingkan perbankan. Semakin besar investasi Anda, maka bunga yang didapat pun bisa jauh lebih besar.

Agar Anda terhindar dari investasi bodong, coba terapkan enam tips dari Kikau berikut ini:

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut