Simpanan Dijamin 100%, Bunga Bisa Turun 2-3%

VIVAnews - Perbankan nasional bisa menurunkan suku bunga 2-3 persen menjadi 10 persen dalam waktu dua sampai tiga bulan ke depan jika pemerintah menerapkan sistem penjaminan penuh.

Sebab dengan sistem penjaminan penuh biaya dana, tingkat risiko dan persaingan akan mengalami penurunan.

Menurut Ketua Ikatan Bankir Indonesia Agus Martowardojo di Jakarta, Selasa 11 November 2008, tingginya suku bunga selama ini dikarenakan biaya dana, risiko dan persaingan antarbank yang tinggi.

Selama ini suku bunga deposito berada di level 6,5 persen sampai 10 persen. Namun ada juga yang menerapkan 12-13 persen. Hal itu menunjukkan adanya persaingan untuk memperebutkan dana nasabah antarbank, sehingga tingkat bunga deposito melonjak. "Itu mencerminkan persaingan antarbank untuk memperebutkan dana," katanya.

Jika dilakukan penjaminan secara penuh, persaingan yang tinggi bisa ditekan. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir jika ada bank yang bermasalah. Penjaminan penuh, kata dia, perlu diterapkan hingga 2010.

Soal kecurigaan antarbank, Agus memastikan hal saat ini hanya terjadi di Eropa dan Amerika Serikat sebagai pencetus krisis finansial global. "Di Indonesia tidak seperti, itu tapi situasi bisa berubah cepat," ujarnya.

Sebelumnya Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A Sarwono meminta pemerintah menjemin sepenuhnya dana nasabah di bank dan interbank agar nasabah dan industri perbankan nasional tenang. Tidak adanya jaminan penuh membuat nasabah gelisah dan antarbank menjadi curiga. Sejumlah negara, seperti Malaysia, Singapura dan Korea Selatan telah menjamin penuh dana nasabahnya.