Pemerintah Realistis Hadapi Situasi Ekonomi Saat Ini

Wakil Ketua Umum DPP PAN, Taufik Kurniawan.
Sumber :

VIVA.co.id – Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan menilai ekonomi dalam negeri cenderung stabil dalam batas yang telah diprediksi meski tidak bisa berharap terlalu muluk.

img_title Bertemu DPD RI, Menteri Riefky: Pengembangan Ekonomi Kreatif di Daerah Perlu Diperkuat

“Berkaca pada pertumbuhan ekonomi dalam negeri sebesar 5 persen (y-o-y) akhir tahun, terlihat ekonomi dalam negeri cenderung stabil,” ujar Taufik di Senayan, Selasa 27 Desember 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Taufik menilai, stabilnya ekonomi dalam negeri itu didasarkan pada pertimbangan berbagai aspek perekonomian, baik di tataran global maupun domestik.

img_title Menteri Riefky Dorong Digitalisasi Ekonomi Kreatif untuk Promosikan Budaya Lokal

Hanya saja Wakil Ketua DPR bidang Ekonomi dan Keuangan ini mengingatkan bahwa Indonesia tidak bisa berharap terlalu muluk mengingat kondisi ekonomi global masih sangat rapuh untuk dijadikan acuan pertumbuhan yang tinggi.

“Saya sepakat dengan pemerintah yang senantiasa realistis dalam menghadapi situasi ekonomi saat ini. Karena itu pula, kita bisa memahami sepenuhnya mengapa pemerintah menetapkan asumsi target pertumbuhan ekonomi dalam negeri di tahun 2017 sebesar 5,1 persen,” ujarnya.

img_title BRIN Diperlukan untuk Bantu Riset dan Data Terkait Pengembangan Ekonomi Kreatif

Meski demikian, target pertumbuhan tersebut akan bisa terealisasi dengan berpegang pada efektivitas kebijakan pemerintah dalam memitigasi resiko ekonomi dalam negeri maupun luar negeri, ujarnya. Begitu juga halnya dengan perkembangan reformasi ekonomi dengan serangkaian jilid yang telah dijalankan selama ini.

“Mitigasi resiko ini perlu diperhatikan dengan seksama. Realitas perekonomian dalam negeri yang cenderung stagnan (stabil) tidak lepas dari perlambatan ekonomi global,” ujarnya.

Ia menilai, pertumbuhan di kisaran 5 persen yang lebih tinggi dari triwulan yang sama tahun sebelumnya yang hanya berkisar 4,7 persen cukup menggembirakan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada bagian lain, dia mengatakan bahwa suatu hal yang sulit dipungkiri adalah pertumbuhan yang stabil tersebut tidak lepas dari sumbangan terbesar dari sektor konsumsi (53,8 persen) dan investasi (31,6 persen). Keduanya menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan tahun ini.

"Namun demikian, pada saat yang sama pengetatan dan penurunan pengeluaran anggaran pemerintah di tahun ini tentu saja akan berimbas pada target pertumbuhan 2017 yang akan datang," ujarnya menambahkan.  (webtorial)

Jakarta Ekraf Connect 2025

Sumbang Rp 1.300 Triliun Buat PDB, Ekonomi Kreatif RI Masih Perlu Dipacu

BPS mencatat ekonomi kreatif berkontribusi signifikan ke ekonomi nasional, dengan sumbangan Rp 1.300 triliun lebih bagi PDB dan menyerap 20 juta tenaga kerja di 2023.

img_title
VIVA.co.id
18 Juli 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut