Minim Sentimen Positif Dalam Negeri, Rupiah Terus Melemah

Proses penghitungan uang rupiah.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar

VIVA.co.id – Jelang akhir tahun, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat terus mengalami pelemahan. Minimnya sentimen positif dari perekonomian dalam negeri memperkuat tekanan penguatan dolar AS terhadap beberapa mata uang di kawasan. 

img_title Rupiah Terancam Betah di Atas Rp18.000 hingga Akhir 2026, Dolar AS Makin Perkasa

Dilansir dari Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, Kamis, 29 Desember 2016, hari ini dolar AS diperdagangan antar bank dibanderol Rp13.473. Melemah dari perdagangan kemarin yang dibanderol Rp13.436 per dolar AS. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Diharapkan pelemahan rupiah dapat lebih terbatas," ujar Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta.

img_title Rupiah Menguat Tipis di 3 November 2026, Ini Sentimen yang Menggerakkan Kurs

Reza mengatakan, pihaknya memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.472 hingga Rp13.440 per dolar AS hingga penutupan perdagangan sore nanti.

"Pada data ekonomi AS, indeks Kepercayaan Konsumen yang dirilis The Conference Board di level 113,7 pada Desember, naik dari 109,4 pada November. Membuat laju dolar AS percaya diri  melanjutkan penguatannya sehingga berimbas pada tertahannya laju penguatan rupiah," tuturnya.

img_title Rupiah Gagal Menguat Meski Neraca Dagang Surplus, Ini Penyebabnya
Ilustrasi rupiah dan dolar AS.

Rupiah Melemah ke Rp18.156 per Dolar AS, Pasar Cermati Konflik AS-Iran hingga Inflasi Pangan Dalam Negeri

Rupiah ditutup melemah ke Rp18.156 per dolar AS pada Selasa (3/11/2026). Pengamat Mata Uang Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah bergerak hingga Rp18.210 besok.

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut