Efisiensi Tol Laut, Pelabuhan dan Industri Didekatkan

Ilustrasi kereta api.
Sumber :
  • dok. PT KAI

VIVA.co.id – Pemerintah berencana mengintegrasikan sejumlah pelabuhan dengan kawasan industri, atau yang dikenal dengan konsep Indonesia Integrated Chain Port.

img_title Selain MRT, Bali Bakal Bangun Tol Laut di Awal 2025 untuk Atasi Kemacetan

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, hal ini dilakukan, agar tol laut bisa terintegrasi, sehingga efisiensi biaya pengiriman bisa semakin meningkatkan daya saing produk-produk Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah satu langkah awal yang dilakukan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perhubungan, adalah melakukan sejumlah pembenahan di Pelabuhan Kuala Tanjung bersama Pelindo I, dan memindahkan hub internasional ke Tanjung Priok untuk sementara waktu.

img_title Ditanya Nelayan soal Program Tol Laut Jokowi, Anies Baswedan Jawab Itu Proyek Gagal

Direktur Utama Pelindo II Elvyn G Massasya mengatakan, pemindahan hub internasional sementara dari Kuala Tanjung ke Tanjung Priok saat ini, bukan berarti mencabut status Kuala Tanjung sebagai hub internasional.

Menurutnya, hal ini dilakukan, agar Indonesia bisa tetap bersaing secara internasional dengan memanfaatkan infrastruktur dan fasilitas yang sudah memadai di Tanjung Priok, sampai pembenahan di Kuala Tanjung rampung.

img_title Perpendek Waktu Tempuh Kapal ke NTT, Kemenhub Buka Rute Trayek Hub-Spoke Tol Laut

"Intinya adalah menyamakan persepsi dari seluruh instansi untuk bagaimana memahami secara lebih benar tentang penunjukan Tanjung Priok sebagai hub internasional," kata Elvyn, saat ditemui di kantor Kemenko Maritim, Jakarta, Senin 30 Januari 2017.

Ketika ditanya mengenai peralihan status Kuala Tanjung sebagai hub internasional menjadi pelabuhan internasional melalui Keputusan Menteri Perhubungan No 901/2016 tentang Rencana Induk Pelabuhan Nasional (RIPN) Tahun 2016, Elvyn pun mengklarifikasi mengenai hal tersebut.

Dia mengatakan, hal itu tidak serta merta bertentangan dengan Perpres Nomor 32 Tahun 2011 tentang MP3EI Tahun 2011-2015, terkait penetapan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai pelabuhan hub internasional.

"Ini tidak mengubah Perpres (No.32/2011), itu tetap berjalan. Kuala Tanjung dan Bitung tetap sebagai hub internasional. Permen ini mengatakan, Tanjung Priok sebagai internasional hub saat ini, karena kapasitas dan fasilitasnya memadai. Bukan mengambil alih Kuala Tanjung," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Alasan pemilihan Tanjung Priok sebagai hub internasional sementara Pelabuhan Kuala Tanjung sedang dibenahi, adalah karena Tanjung Priok dinilai memiliki kapasitas, kedalaman, peralatan, dan juga hubungan dengan para pemilik barang dan shipping line yang lebih memadai.

"Kuala Tanjung kan masih dibangun, sementara ini masih belum selesai. Nah Tanjung Priok ini bisa diperankan sebagai hub saat ini," kata Elvyn.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut