Pemerintah akan Bentuk Konsorsium Industri Energi

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Unggul Priyanto
Sumber :
  • VIVA.co.id/Moh. Nadlir

VIVA.co.id – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir, melakukan kunjungan kerja ke pembangkit listrik tenaga panas bumi Kamojang, Jawa Barat. Kunjungan tersebut dalam rangka meninjau uji coba operasi sinkronisasi PLTP tiga megawatt, dengan jala-jala PT Perusahaan Listrik Negara.

img_title Mengintip Kendala Pengembangan Potensi Panas Bumi di RI

Pada kesempatan itu, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Unggul Priyanto, mengusulkan agar pemerintah membentuk konsorsium industri dalam negeri, yang beranggotakan berbagai industri dan lembaga litbang terkait, untuk membangun industri PLTP di Tanah Air.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dengan konsorsium itu dukungan dananya, pasarnya akan lebih terarah. Apek perencananaan, pelaksanaan dan pengendaliannya terintegrasi," ujar Unggul di Kamojang, Selasa 28 Februari 2017.

img_title PLTGU Jawa 2 Tambah Pasokan Listrik 300 MW ke Jakarta

Menurut Unggul, nantinya konsorsium itu juga akan bisa didukung oleh Konsorsium Riset Nasional, yang sudah dibentuk oleh litbang pemerintah dan universitas di bawah koordinasi Kementerian Risetdikti

"Kebutuhan konsorsium industri nasional akan didukung semuanya. Konsorsium itu akan mempercepat pengembangan industri energi panas bumi, demi ketahanan energi nasional," ungkap Unggul.

img_title Akhir Juli Jokowi Dijadwalkan Resmikan PLTP Sarulla

Menanggapi usulan itu, Menteri Risetdikti, Muhammad Nasir, pun menyanggupi akan membentuk konsorsium tersebut. Sejumlah Kementerian pun akan dilibatkan guna membahas pembentukan konsorsium.

"Soal nama konsorsium nanti. Apakah institut atau apa lainnya akan kami bicarakan, karena ini untuk menghubungkan hulu dan hilir. Hulu bidang risetnya, hilir adalah penerapannya," kata Nasir.

Nasir berujar, pihaknya akan mengkoordinasikan, dan mengintegrasikan semua pihak terkait untuk mewujudkan listrik dari sumber energi geothermal atau panas bumi.

"Ini konsen kami yakni, energi terbarukan. Ini juga untuk menindaklanjuti keinginan DPR dan Kementerian ESDM untuk membangun industri geothermal di Indonesia sebagai energi terbarukan," ujar dia.

Ia pun juga mendorong, kapasitas listrik yang dihasilkan prototype PLTP sebesar tiga MW yang digunakan BPPT bisa ditingkatkan menjadi lima atau sepuluh MW, dan seterusnya.

"Kita uji, potensi kita 29 ribu MW. Kita baru gali 1.500 ribu MW jauh dari kurang. Kita ada kemampuan, energi terbarukan akan jadi fokus utama riset-riset yang kami kembangkan," ujar dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Regulasi Penting

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Agus Hermanto mengatakan bahwa regulasi pembentukan konsorsium, yang disanggupi Nasir, penting. Sebab, terkait dengan banyak hal seperti sistem penganggaran dan lain sebagainya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut