Bali Mau Bangun Bandara Baru di Atas Laut
- VIVA.co.id/Bobby Andalan
VIVA.co.id – Pulau Bali akan memiliki bandara baru dan digadang-gadang sebagai yang tercanggih di dunia. Letaknya di lepas pantai Kecamatan Kumbutambahan, Kabupaten Buleleng.
Presiden Direktur PT Bandara Internasional Bali Utara (BIBU), Made Mangku, mengungkapkan persyaratan untuk penetapan lokasi telah rampung dan diserahkan ke Kementerian Perhubungan. Saat ini, tim dari Kementerian Perhubungan tengah mengecek lokasi.
"Tidak ada lagi persyaratan yang perlu dilengkapi sementara ini. Dari Kementerian Perhubungan hari ini turun ke lapangan untuk bisa menetapkan lokasi agar segera turun," kata Made Mangku di Denpasar, Selasa 12 April 2017.
Pada saat bersamaan, Made Mangku mengaku telah menyampaikan progres rencana pembangunan bandara di Bali utara kepada Gubernur Made Mangku Pastika. Sejauh ini, tak ada hal yang menghambat pembangunan yang memakan waktu sekitar delapan tahun tersebut.
"Kita rencanakan ground breaking tanggal 28 Agustus 2017. Mudah-mudahan lancar dan diharapkan dihadiri oleh Presiden Jokowi," ucapnya.
Namun, Made Mangku mengungkapkan akan terjadi pergeseran berkaitan dengan keberadaan nelayan di sekitar lokasi. Pihaknya akan menyiapkan alternatif untuk para nelayan beraktivitas, tempat penambatan perahu, tempat budi daya dan bahan bakar minyak.
Made menjelaskan untuk pembangunan membutuhkan lahan seluas 2.150 hektare, yang terdiri dari pembangkit listrik seluas 150 hektare, aero city 600 hektare, runway dan terminal 1.400 hektar.? Akan ada juga kota pendidikan, Mall, dan hotel. Selain itu, PT Jasa Marga Tbk akan membangun tol dari utara ke selatan.
Pembangunan bandara itu membutuhkan dana sebesar Rp50 triliun. Dana itu akan dihimpun oleh PT Kinessis Capital and Investment. Dana terbesar untuk pembangunan airport, runway, dan terminal yang menguras dana hingga Rp12 triliun.
"Runway dua seluruhnya di atas laut, ada 800 hektare yang terapung di laut. Untuk perpanjangan daratan Rp6 triliun," ucap Made. (ren)
Â
Â