Rahasia Sukses Investasi Emas, Perhatikan 4 Faktor Ini
- VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar
VIVA.co.id – Emas merupakan salah satu investasi yang cukup mudah dan murah untuk dijalankan. Emas pun termasuk salah satu investasi yang kebal terhadap inflasi dan cocok bagi tujuan investasi jangka panjang.Â
Hingga masa kini, emas sudah diperdagangkan dalam jangka pendek dalam bentuk non-fisik layaknya indeks harga saham atau kurs mata uang (foreign exchange). Tentunya investor akan mendapatkan keuntungan dari selisih harga jual dan harga beli.Â
Salah satu faktor yang menentukan fluktuasi harga emas adalah permintaan dan penawaran akan emas di pasar. Tetapi, selain daripada mekanisme pasar, harga emas juga dipengaruhi oleh beberapa hal berikut ini yang dihimpun Cermati.com.
1. Nilai tukar dolar ASÂ
Korelasi antar nilai tukar dolar AS dengan emas adalah negatif, yang artinya, jika nilai tukar dolar AS sedang menguat, maka harga emas akan turun. Begitu pula sebaliknya, jika nilai tukar dolar AS dinilai akan turun, maka harga emas cenderung akan naik. Hal ini dapat terjadi karena investasi mata uang dolar AS yang menguat atau menurun.Â
Jika investor pada pasar memprediksi bahwa nilai tukar dolar AS akan menguat karena kecenderungan makro ekonomi AS yang baik, maka investor akan menjual emas mereka untuk membeli dolar AS, yang mengakibatkan harga emas turun.
Lain halnya jika terjadi resesi global, atau ketidakpastian ekonomi serta politik negara AS yang sedang runyam, hal ini akan mengakibatkan investor berbondong-bondong membeli emas dan menjual dolar AS mereka karena dinilai membahayakan. Hal ini akan mendorong harga emas menjadi naik.
2. Produksi emas dunia
Produsen utama emas dunia adalah negara-negara besar seperti, China, Afrika Selatan, Australia, Amerika Serikat serta Peru. Layaknya komoditi pada umumnya, harga emas juga dipengaruhi oleh penawaran akan emas. Semakin sulit produksi emas atau semakin langka emas tersebut akan menambah biaya produksi emas maka harga emas pun akan semakin tinggi.
Banyak hal yang mengakibatkan produksi emas menurun, contohnya sulitnya penambangan emas karena cadangan emas yang mulai menipis. Penambang arus menambang lebih dalam lagi dan risiko akan semakin meningkat.Â