Bertemu Jokowi, Diaspora RI Diminta Bantu 'Jualan'

Presiden Joko Widodo
Sumber :
  • Fajar GM

VIVA.co.id – Presiden Joko Widodo menerima sejumlah Eksekutif Koordinator Diaspora di Istana Merdeka, Jakarta, Senin 3 Juli 2017.

img_title Pembongkaran Paksa 15 Kontainer Tujuan Ekspor ke Singapura Jadi Sorotan

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, yang turut mendampingi menjelaskan, Presiden Jokowi menyampaikan arahan dan saran kepada para diaspora untuk dapat membantu pemerintah memajukan ekonomi Indonesia. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal pertama yang disoroti Jokowi, adalah kondisi ekonomi di mana pemerintah Indonesia sedang giat meningkatkan ekspor. Para diaspora ini, diminta peran aktifnya untuk membantu. 

img_title Cegah Kebocoran dan Underinvoicing Ekspor-Impor, Purbaya Siapkan Pusat Intelejen IT

"Presiden berharap, bahwa para Diaspora Indonesia dapat bekerja sama dengan pemerintah dalam rangka meningkatkan ekspor kita ke sana dan juga dalam rangka menarik investasi asing ke Indonesia," ujar Retno usai pertemuan, di Istana Negara, Jakarta, Senin 3 Juli 2017.

Retno mencontohkan, Pemerintah Indonesia menjajaki ekspor batu bara ke Meksiko. Jika kerja sama selama ini hanya antarpemerintah, maka peran Diaspora menurutnya juga bisa dimanfaatkan. 

img_title Anindya Bakrie Targetkan Perdagangan RI-India Tembus US$50 Miliar

"Nah akan sangat baik apabila kita bisa bersinergi dengan para diaspora yang sudah tinggal di sana lama, yang sudah memiliki network yang baik untuk katakanlah mempermudah kita di dalam membuka peluang pasar," ujarnya menambahkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk itu, jaringan yang dimiliki oleh diaspora ini, juga bisa menjadi peluang. Terutama antarsesama diaspora di beberapa negara. Sehingga, sinergi yang baik dengan baik dalam membangun bangsa bisa terwujud. 

"Dan Presiden menyampaikan bahwa Indonesia sudah memperoleh great investasi yang investment grade. Dengan investment grade ini lebih mempermudah upaya untuk menarik investor asing ke Indonesia dan juga tidak kalah pentingnya, promosi pariwisata.” (mus)

Bendera China.

China Perkuat Hak Kekayaan Intelektual, tapi Masih Bersinggungan dengan Hukum Internasional

Dalam beberapa tahun terakhir, Partai Komunis China (CCP) menjadikan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebagai salah satu pilar utama dalam strategi ekonomi dan teknologi

img_title
VIVA.co.id
6 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut