Tips Hemat Ala Miliader Agar Cepat Kaya
- Pixabay
4. Beli rumah sesuai kebutuhan
Rumah adalah sebuah investasi jangka panjang. Tak salah membeli rumah besar. Namun, apa gunanya rumah besar, tapi utang di mana-mana? Anda sendiri yang pusing memikirkan dananya. Daripada pusing, lebih baik beli rumah yang sesuai kebutuhan. Pilihlah rumah yang nyaman untuk dijadikan sebagai tempat tinggal.
5. Kurangi hobi beli mobil mewah
Siapa yang tidak suka mengoleksi mobil mewah? Kalau ada uang, mengapa tidak? Tapi, Anda harus sadar kebiasaan ini menghabiskan banyak uang. Belum lagi bahan bakar dan perawatannya.Â
Kalau spare part-nya rusak, bagaimana? Tentu saja butuh biaya besar untuk memperbaikinya. Milikilah mobil sesuai kebutuhan. Pilihlah mobil yang hemat bahan bakar dan efisien. Tujuannya agar pengeluaran setiap bulan bisa lebih kecil.
6. Hindari membeli baju rancangan desainer
Alexander McQueen, Alexander Wang, dan Donatella Versace adalah contoh desainer terkenal. Barang yang mereka produksi pun harganya mencekik leher. Bayangkan saja, satu jaket kulit saja dibanderol dengan harga Rp20 jutaan. Fantastis, bukan?
Anda tidak perlu gengsi dengan teman yang memiliki koleksi barang mewah dan mahal. Belilah baju sesuai dengan tipe badan. Kalau baju tersebut cocok di badan, penampilan Anda akan terlihat memukau. Padu padankan dengan koleksi aksesoris milik Anda untuk dapatkan hasil yang sempurna.
7. Miliki kartu kredit secukupnya
Promo dan reward dari tiap-tiap bank penerbit kartu kredit memang menggiurkan. Namun ingat, kartu kredit adalah utang dan utang harus dibayar. Belum lagi bunga dan biaya keterlambatan pembayaran.Â
Semua biaya kartu kredit harus Anda perhitungkan. Milikilah kartu kredit secukupnya sesuai dengan kebutuhan.
8. Jangan lupa berinvestasi
Investasi adalah cara ampuh untuk menjamin kehidupan pada masa tua. Properti, emas, reksa dana, deposito, dan obligasi adalah investasi yang menarik untuk diikuti. Berinvestasilah pada produk investasi sesuai dengan kondisi keuangan.
Catat semua pengeluaran
Hal terakhir yang perlu Anda lakukan adalah mencatat semua pengeluaran per bulan. Catatlah pengeluaran secara rinci. Catatan ini nantinya berguna sebagai tolak ukur untuk pengeluaran pada bulan berikutnya.Â