Mengenal Kapal FSRU Pemasok LNG yang Dicek Arcandra
- VIVA.co.id/Fikri Halim
"Untuk tahun ini dan tahun depan, kami masih banyak uncommited cargo (LNG yang tidak terpakai) yang dalam negeri. Saya juga dengan dirjen migas, sedang memperbaiki neraca gas (ekspor impor) untuk tahun-tahun ke depan, biar angka yang ada bisa dipercaya, sehingga ke depannya bisa prediksi apakah perlu impor LNG atau tidak. Apakah juga LNG yang ada di dalam negeri itu cukup untuk memenuhi kebutuhan gas di dalam negeri," kata dia.
Dia pun mengatakan, prospek energi gas ke depan itu cukup tinggi. Gas berada di posisi sekitar 25 persen dari bauran energi (energy mix) Indonesia. Untuk itu, pembangunan fasilitas FSRU diakuinya butuh perencanaan yang lebih matang ke depannya.
"Tapi memang ditentukan demand-nya seperti apa. Gas demand terbesarnya itu ada di PLN. Nah, untuk itu kami berharap juga ke depannya perencanaannya disesuaikan dengan RUPTL-nya PLN, berapa kebutuhannya, kemudian bagaimana moda transpor gas tersebut," tuturnya.