Wirausaha Indonesia Masih Tergolong Sedikit untuk Jadi Negara Maju

Ketua Umum Yayasan Universitas Pancasila, Siswono Yudo Husodo
Ketua Umum Yayasan Universitas Pancasila, Siswono Yudo Husodo
Sumber :
  • VIVA/Zahrul Darmawan

VIVA – Ketua Umum Yayasan Universitas Pancasila, yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Partai Nasdem, Siswono Yudo Husodo menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia termasuk tinggi, di atas 5 persen. Ia pun optimistis, 20 tahun mendatang Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi dunia. Namun, ini bisa dicapai bila didukung oleh banyak wirausaha di Tanah Air, yang jumlahnya masih tergolong minim.

“Untuk ukuran dunia, pertumbuhan ekonomi Indonesia termasuk tinggi ini kenyataannya seperti itu. Tentu memang kita kalah dengan China yang pertumbuhannya mencapai 6 persen, tapi India sudah kita lewati,” katanya di sela-sela acara Entrepreneur Day di Universitas Pancasila Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Rabu 31 Oktober 2018.

Meski demikian, Siswono tak menampik dari jumlah penduduk yang berkisar 260 juta jiwa itu masih ada yang mengalami kesulitan ekonomi. Namun ia meminta hal itu tidak dibesar-besarkan.

“Jangan yang kecil ini di-expose gede-gedan, lihat secara keseluruhan. Ukurannya adalah pertumbuhan ekonomi, inflasi, tingkat pendapatan per kapita, gini rasio turun yang menandakan adanya pemerataan, karena adanya pembangunan infrastruktur di berbagai daerah,” katanya.

Salah satu contoh pembangunan infrastruktur yang cukup mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan adalah tol laut. Dulu untuk angkut ternak sapi dari Bima ke Jakarta ongkosnya bisa 7 kali dari Darwin (Australia) ke Jakarta, yang jauhnya 3 kali lipat. 

Itu terjadi karena kapalnya pun jarang, sapi mesti menunggu. Proses angkutnya pun kacau balau. Bahkan, kata Siswono, karena kapalnya kecil sapi yang tiba di jakarta beratnya turun 20 hingga kilogram karena mengalami stres di perjalanan.

“Nah sekarang ongkos angkut dari Bima ke Jakarta ongkosnya kurang lebih sama Darwin-Jakarta. Nanti kalau kapalnya banyak lagi, maka akan turun lagi. Ini merupakan suatu kemajuan. Imbasnya peternak di Bima jadi sejahtera,” katanya.