Harga Tiket Pesawat Meroket, Angka Hunian Hotel di Sumut Anjlok

Kereta Modern Asal Korea di Bandara Kualanamu
Kereta Modern Asal Korea di Bandara Kualanamu
Sumber :
  • diza/VIVA

VIVA – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) menyatakan bahwa industrinya sangat merasakan dampak dari kenaikan harga tiket pesawat domestik. Akibatnya, okupasi atau jumlah hunian hotel yang ada di Sumut mengalami penurunan hingga 30 persen.

"Ya mengalami penurunan hunian hotel di Sumut 20 hingga 30 persen," ungkap Ketua PHRI Sumut, Denny S Wardhana saat dikonfirmasi VIVA, Rabu 13 Febuari 2019.

Dengan itu, Denny mengharapkan ada kebijakan dilakukan Pemerintah untuk mengembalikan hunian hotel dengan kondisi stabil. Untuk secara nasional, PHRI menyampaikan hunian hotel penurunan sebesar 20 hingga 40 persen. 

"Kemarin waktu Rakernas (Rapat Kerja Nasional) PHRI di Jakarta, kami sampaikan kepada Presiden Joko Widodo. Kemudian, ditanggapi oleh Presiden untuk memanggil pihak-pihak terkait mengenai masalah kenaikan harga tiket pesawat tersebut. Kita menunggu tindak lanjut setelah inilah," sebut Denny.

Ia menyebutkan dampak bukan saja dirasakan PHRI. Namun juga dirasakan oleh mitra PHRI seperti UMKM menjual souvenir dan turunan kembali, yakni dari penjual sayur-sayuran, bahan makanan di hotel hingga rental mobil.

"Semua itu berpengaruh dan berdampak juga. Kita harapkan dari tindaklanjut Presiden akan memanggil Menteri Perhubungan dan Menteri terkait lainnya," ucap Denny.

Dampak kenaikan harga tiket pesawat domestik, menurut data diperoleh dari PT Angkasa Pura II Bandara Kualanamu, menyebutkan adanya penurunan ?189.762 penumpang atau 19,9 persen dari 963.894 penumpang pada Januari 2018 menjadi 763.894 penumpang pada Januari 2019.