Tiga Langkah RI Perbaiki Harga Karet Alam

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution
Sumber :
  • VIVA/Mohammad Yudha Prasetya

VIVA – Guna mengatasi rendahnya harga karet alam di sepanjang 2018 hingga awal 2019, pemerintah berupaya melakukan tiga kebijakan dari sisi jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menjelaskan, tiga kebijakan itu akan dilakukan dengan mengatur jumlah ekspor karet alam melalui mekanisme Agreed Export Tonnage Scheme (AETS), meningkatkan penggunaan karet alam di dalam negeri melalui Demand Promotion Scheme (DPS), dan upaya meremajakan atau penanaman kembali karet alam melalui Supply Management Scheme (SMS) .

"Dengan mengimplementasikan ketiga kebijakan ini secara konsisten, maka harga (karet alam) diharapkan dapat naik di pasaran,” kata Darmin di kantornya, kawasan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin 25 Februari 2019.

Darmin pun merincikan tiga kebijakan hasil pertemuan Indonesia dengan Malaysia dan Thailand, dalam forum Special Ministerial Committee Meeting of the International Tripartite Rubber Council (ITRC) tersebut.

Dia menegaskan, pentingnya implementasi AETS sebagai instrumen yang efektif menyelesaikan persoalan ketidakseimbangan stok di pasar global, dilakukan dengan mengurangi ekspor dari ketiga negara tersebut sebesar 200-300 ribu metric ton untuk jangka waktu tiga bulan ke depan.

"Implementasi AETS perlu dilanjutkan dengan mekanisme DPS guna meningkatkan konsumsi domestik secara signifikan di masing-masing negara," kata Darmin.

Di Indonesia sendiri, pemanfaatan karet alam terdapat pada proyek-proyek infrastruktur, seperti jalan provinsi dan kabupaten yang tersebar di seluruh negeri, damper jalur rel, pemisah jalan, bantalan jembatan, dan vulkanisir ban.