Belanja Kesehatan Meningkat Picu Inflasi Juli 2021 Sebesar 0,08 Persen

Kepala BPS Margo Yuwono
Kepala BPS Margo Yuwono
Sumber :
  • VIVA/Fikri Halim

Secara umum, Margo mengatakan, inflasi pada bulan ini dipicu oleh kelompok pemeluaran kesehatan sebesar 0,24 persen dengan andil 0,01 persen. Diikuti makanan, minuman dan tembakau yang sebesar 0,15 persen dengan andil 0,04 persen.

"Inflasi terbesar terjadi pada kelompok pengeluaran kesehatan. Untuk makanan, minuman dan tembakau komoditas dominannya yaitu berasal dari cabai rawit," ujar dia.

Berdasarkan komponennya, inflasi inti pada bulan itu sebesar 0,07 persen dengan andil 0,05 persen. Untuk harga-harga bergejolak atau volatile food mengalami inflasi 0,14 persen, dengan andil sebesar 0,02.

"Kalau dilihat komoditasnya yang mendorong inflasi inti di antaranya adalah obat dan resep, kemudian sabun detergen, sabun mandi cair, deodoran, obat gosok dan bimbel," tutur Margo.

Sementara itu, untuk harga yang diatur oleh pemerintah atau administered price terjadi inflasi sebesar 0,05 persen dengan andilnya 0,01 persen. Ini, lebih disebabkan adanya kenaikan harga rokok kretek filter.