Sri Mulyani Sebut Pemerintah Sulit Stabilkan Harga Minyak Goreng Curah

Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Sumber :
  • M Yudha P/VIVA.co.id

VIVA – Kementerian Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI mengatakan, persoalan minyak goreng merupakan hal yang perdebatanya akan cukup panjang.

Menurutnya persoalan minyak goreng, merupakan masalah antara minyak goreng curah yang dikonsumsi masyarakat dan minyak goreng kemasan.

Adapun Sri Mulyani mengatakan, minyak goreng curah sulit untuk instrumennya di masuki Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Untuk minyak goreng ini kita perdebatanya cukup panjang, sulit banget masuk ke sananya. Lebih mudah minyak goreng kemasan, karena dia ada pabrikannya,” terangnya pada Kamis 27 Januari 2022.

Ia mengatakan, persoalan minyak goreng menimbulkan banyak persepsi di masyarakat. Termasuk, rentan untuk dipolitisasi.

Minyak goreng curah di Pasar Palmerah, Jakarta.

Minyak goreng curah di Pasar Palmerah, Jakarta.

Photo :
  • VIVA/Andrew Tito

“Namun karena ini akan menimbulkan persepsi biasanya ada politisi yang mengatakan, oh kita lebih berpihak kepada kelompok pabrikan. Padahal enggak. Karena itu dari sisi efektivitas dan akuntabilitasnya lebih mudah, lebih bisa dipertanggungjawabkan,” tegas Sri Mulyani.

Adapun ia melanjutkan, bukan berarti dengan ini Pemerintah tidak melihat apa yang terjadi di masyarakat terkait hal ini. Tetapi, aturan didesain agar kebijakan yang dilakukan dapat transparan dan se akuntabilitas mungkin.