Presidensi G20 dan B20 Diharap Maksimalkan Kolaborasi Korporasi-UMKM

Ilustrasi UMKM.
Ilustrasi UMKM.
Sumber :
  • Dok. Istimewa

VIVA – Upaya pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui partisipasi korporasi atau perusahaan besar dinilai menjadi salah satu aspek penting dalam peran Indonesia sebagai Presidensi Group of Twenty (G20) dan Business of Twenty (B20) di tahun 2022.

Pengamat Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB Universitas Indonesia (UI), Teuku Riefky mengatakan, hal itu merupakan bagian dari upaya meningkatkan investasi yang bersifat kolaboratif, dalam rangka mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

"Peran UMKM memang sangat penting untuk mencapai inklusivitas. Karenanya, peran korporasi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan peran UMKM dalam pertumbuhan ekonomi," kata Riefky saat dihubungi VIVA, Rabu 18 Mei 2022.

Riefky menambahkan, hal ini pula yang menjadi latar belakang BKPM meminta banyak investasi yang menyasar ekonomi kecil. "Karena walaupun produktivitasnya rendah, tapi potensi pertumbuhannya sangat tinggi," ujarnya.

Kontrak Kerja Sama Korporasi dan UMKM Memang Harus Meningkat

Badan Koordinasi Penanaman Modal/BKPM

Badan Koordinasi Penanaman Modal/BKPM

Photo :
  • vivanews/Andry Daud

Berdasarkan data BKPM, total nilai kontrak kerja sama antara Penanaman Modal Asing (PMA)/Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dengan UMKM pada tahun 2021, tumbuh 82 persen dibandingkan 2020 menjadi sebesar Rp2,7 triliun. Jumlah UMKM yang terlibat juga naik signifikan mencapai 99 persen, dari 192 pada tahun 2020 menjadi 383 UMKM pada 2021.