Perbaikan Data Petani Dinilai Bikin Redistribusi Pupuk Tepat Sasaran

Buruh angkut memindahkan pupuk urea ke gudang Pupuk Kujang Lini III di Awipari, Tasikmalaya
Buruh angkut memindahkan pupuk urea ke gudang Pupuk Kujang Lini III di Awipari, Tasikmalaya
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Adeng Bustomi

VIVA – Panitia Kerja Komisi IV DPR merekomendasikan Pemerintah untuk melakukan redistribusi pupuk bersubsidi. Langkah itu diyakini efektif menjaga ketahanan pangan dan inflasi sepanjang diiringi dengan validasi data penerima.

Peneliti Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Eliza Mardian berpendapat, Pemerintah saat ini memang perlu memperbaiki Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (RDKK). Sehingga, kebijakan tersebut dapat lebih tepat sasaran.

"Sesungguhnya RDKK sudah bagus, tetapi tetap butuh perbaikan karena ada banyak petani yang belum tercatat. Ini yang perlu diperbaiki," ujarnya di Jakarta, Selasa, 21 Juni 2022. 

Menurut dia, redistribusi pupuk bersubsidi merupakan langkah tepat agar distribusi lebih baik dan sekaligus untuk menjaga ketahanan pangan. Hal ini penting, di tengah dinamika geopolitik yang berlangsung antara Rusia dan Ukraina sehingga berdampak pada pasokan bahan baku pupuk.

Menurutnya, perang antara Rusia dan Ukraina membawa dampak buruk bagi komoditas pangan sehingga meningkatkan indeks harga konsumen. Musababnya, Ukraina adalah negara yang menjadi pemasok utama fosfat dan kalium yang menjadi bahan baku pupuk.

Pupuk bersubsidi.

Pupuk bersubsidi.

Photo :

Akan tetapi, kata Eliza, pemerintah juga perlu lebih fleksibel dalam mendistribusikan pupuk yakni dengan mengacu pada identitas serta komoditas yang ditanam oleh kelompok petani.