Kaleidoskop 2020: Virus Corona Merebak di Dunia
- Sumber: BBC
Di China sendiri, puncak wabah terjadi pada pertengahan Februari, utamanya setelah perayaan Tahun Baru China di mana banyak masyarakat melakukan perjalanan di dalam maupun ke luar negeri. China sempat mencatat penambahan 5.000 kasus dalam satu hari, dan melakukan penguncian massal di kota-kota besar.
Meski populer disebut sebagai virus corona, namun pada 11 Februari WHO mengumumkan nama resmi wabah ini yakni COVID-19 (Corona Virus Disease-2019), di mana virus yang menyebabkan penyakit itu disebut Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 atau disingkat Sars-CoV-2.
Pada 11 Maret, WHO menyatakan virus corona sebagai pandemi ketika jumlah kematian di China melonjak tajam. Dalam beberapa hari, kasus baru juga dikonfirmasi di lebih banyak negara termasuk India, Filipina, Rusia, Spanyol, Swedia, Inggris, Kanada, Jerman, Jepang dan Uni Emirat Arab.
COVID-19 memiliki banyak gejala yang sama dengan flu biasa, meskipun ada gejala tertentu yang umum terjadi pada flu atau pilek biasa, namun tidak terlihat pada COVID-19 misalnya pilek. Gejala COVID-19 yang paling umum adalah demam, batuk kering dan jika parah maka akan merasakan sesak nafas.
WHO menyebut sekitar 80 persen orang yang terjangkit virus ini hanya mengalami gejala ringan, sementara 20 persen sisanya dalam kondisi serius dan kritis. Mayoritas pasien dalam kondisi cukup parah adalah pasien lanjut usia atau memiliki penyakit bawaan, meskipun tidak sedikit orang berusia muda yang juga dalam perawatan intensif dan meninggal akibat virus ini.
Dilansir dari laman worldometers, hingga kini virus corona telah menginfeksi lebih dari 75 juta orang di dunia, sementara lebih dari 1,6 juta orang telah meninggal dunia akibat virus ini. Dari jumlah tersebut, lebih dari 53 juta orang di antaranya telah dinyatakan sembuh.
Lima negara dengan kasus COVID-19 terbanyak antara lain Amerika Serikat dengan total lebih dari 17 juta kasus, India lebih dari 10 juta kasus, Brasil lebih dari 7 juta kasus, Rusia 2,8 juta kasus dan Prancis 2,4 juta kasus. Sementara itu Indonesia sendiri saat ini berada di urutan ke-20 sebagai negara dengan kasus COVID-19 terbanyak di dunia.