Kaleidoskop 2020: Virus Corona Merebak di Dunia
- Sumber: BBC
Vaksin dengan tingkat keefektivan hingga 95 persen ini harus disimpan pada suhu minus 70 derajat celcius. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi distribusi logistik, terutama untuk negara-negara miskin. Inggris adalah negara pertama di dunia yang memakai vaksin ini pada 8 Desember, disusul AS pada 16 Desember kemarin. Singapura, Kanada, Meksiko dan Arab Saudi juga mengizinkan penggunaan vaksin ini.
Vaksin kedua adalah Moderna. Hasil awal dari vaksin Moderna yang dijelaskan sebulan lalu oleh ahli penyakit menular terkemuka di AS, Anthony Fauci, disebut sangat mengesankan
Cara kerjanya sama seperti vaksin Pfizer-BioNTech, vaksin Moderna juga menggunakan teknologi mRNA. Vaksin dengan tingkat efektivitas 94,5 persen ini dapat disimpan selama 30 hari dengan pendinginan, enam bulan pada suhu minus 20 derajat Celcius.
Hingga 16 Desember kemarin belum ada satu pun negara yang menyuntikkan vaksin ini.
Vaksin ketiga adalah Sinovac. Dikembangkan oleh Sinovac Biotech China, vaksin yang dikenal sebagai CoronaVac ini sedang menjalani uji klinis fase tiga di beberapa negara termasuk Brasil dan Indonesia.
Cara kerjanya, vaksin Sinovac menggunakan teknologi vaksin yang tidak aktif, yang menggunakan bentuk virus hidup yang dilemahkan untuk merangsang tubuh menghasilkan respons kekebalan. Vaksin ini mirip dengan vaksin flu dan cacar air.
Vaksin Sinovac dapat disimpan pada suhu lemari es normal 2-8 derajat Celcius, dan dapat stabil hingga tiga tahun. Vaksin ini menjadi solusi bagi negara-negara di mana akses untuk pendingin cukup sulit. Belum ada negara yang menyuntikkan vaksin ini per 16 Desember 2020.