Kaleidoskop 2020: Virus Corona Merebak di Dunia
- Sumber: BBC
Meski ada banyak negara yang terdampak parah akibat virus ini, namun ada juga beberapa negara yang dipuji karena cepat tanggap dalam menghadapi pandemi ini. Salah satunya adalah China, yang notabene memiliki letak geografis cukup dekat dengan China daratan.
Menurut data, per tanggal 19 Desember, Taiwan hanya mencatat total 757 kasus dan tujuh meninggal dunia, sementara 616 orang lainnya dinyatakan sembuh.
Alih-alih menghentikan kegiatan ekonominya untuk memperlambat sebaran virus, Taiwan mengambil jalan lain selain menutup perbatasan dan melarang ekspor masker bedah, taiwan juga menggunakan pelacakan kontak dan SIM seluler untuk mengidentifikasi dan memastikan mereka yang dikarantina mematuhi aturan.
Korea Selatan juga dipuji karena pemerintahannya yang agresif melacak penyebaran virus, sehingga jumlah kasus yang relatif rendah dan jumlah kematian yang rendah. Korsel melakukannya dengan mengembangkan tes COVID-19 dan meningkatkan produksi hingga ribuan per hari. Negara ini juga melakukan pengujian secara ekstensif, isolasi dan pengobatan kasus COVID-19 secara cepat.
Pekan ini, beberapa negara di dunia yang paling parah terkena COVID-19 sudah dapat memperoleh akses vaksin COVID-19. Di Amerika Serikat, Badan Pengawas Obat dan Makanan mengesahkan mRNA-1273 kandidat vaksin buatan Moderna, sebagai vaksin yang aman dan efektif.
Jika diizinkan, vaksin Moderna akan mengikuti vaksin dari Pfizer-BioNTech, yang telah mulai diberikan oleh AS dan Inggris kepada masyarakat umum. Negara lain seperti Kanada, Arab Saudi, Meksiko dan Kuwait juga telah mengizinkan penggunaan vaksin Pfizer-BioNTech. Uni Eropa juga kemungkinan akan segera menyusul jika mendapat persetujuan, paling cepat pada 23 Desember mendatang.
Vaksin COVID-19 ketiga yang dikembangkan oleh Sinovac Biotech buatan China, juga sudah memasuki uji coba tahap akhir. Indonesia sudah memiliki 1,2 juta dosis CoronaVac, vaksin yang diuji sejak Agustus lalu.
Vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh raksasa farmasi AS Pfizer dan BioNTech Jerman adalah vaksin COVID-19 pertama yang disetujui oleh FDA AS untuk penggunaan darurat. Vaksin ini menggunakan teknologi messenger RNA (mRNA). Vaksin mRNA mengajarkan sel kita untuk membuat protein yang memicu respons imun di dalam tubuh. Ini berbeda dengan vaksin biasa yang memasukkan kuman yang lemah atau tidak aktif ke dalam tubuh kita.