Polwan AS yang Tembak Daunte Wright Didakwa Melakukan Pembunuhan

Kimberly Potter
Sumber :
  • Star Tribune

VIVA – Kimberly Potter, polisi Amerika Serikat yang menembak warga kulit hitam Daunte Wright, telah didakwa melakukan pembunuhan. Polwan berusia 48 tahun itu dijadwalkan hadir di pengadilan, Kamis 15 April 2021. 

img_title Diserang dan Disanksi, Iran Tak Lagi Percaya Berunding dengan AS

Potter menghadapi tuntutan pembunuhan tingkat dua dengan ancaman hukum maksimal 10 tahun penjara dan denda US$20 ribu. Insiden penembakan warga kulit hitam oleh polisi itu telah memicu kerusuhan selama 3 hari di Minnesota. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dilansir dari Mirror, Potter ditangkap dan didakwa dengan pembunuhan tingkat dua, Rabu. Dia kemudian dibebaskan beberapa jam kemudian dengan uang jaminan US$100 ribu. 

img_title 27 Orang Tewas Akibat Penembakan di Afrika Selatan, Polisi Buru 8 Pria

Kantor Pengacara Washington County, yang menangani kasus tersebut, mengatakan Potter bertindak sebagai petugas yang melatih rekannya pada saat penembakan.

"Pekerjaan tertentu membawa tanggung jawab yang sangat besar, dan tidak lebih dari seorang perwira polisi bersumpah," Kepala unit kejahatan besar jaksa wilayah, Imran Ali, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

img_title Penembakan Massal di Saint Vincent Karibia, 4 Orang Tewas

Daunte Wright meninggal karena luka tembak di dada, petugas penyidik setelah otopsi menyimpulkan kasus itu adalah pembunuhan. Pengacara Hak Sipil, Benjamin Crump, mewakili keluarga Daunte Wright menyebut kematian wright bukan kecelakaan.

"Ini bukan kecelakaan. Ini adalah penggunaan kekerasan yang disengaja, dan melanggar hukum," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia mengatakan warga kulit hitam terus-menerus mengalami penindasan hukum yang mengakibatkan kematian. Insiden Daunte Wright terjadi tidak lama setelah insiden pembunuhan warga kulit hitam George Floyd pada Mei lalu. 

Kekerasan polisi terhadap warga kulit hitam telah menyebabkan aksi protes di seluruh AS

Ilustrasi perang AS-Iran

Iran Janjikan Serangan Lebih Dahsyat Jika AS-Israel Kembali Gempur Teheran

Iran akan melancarkan serangan yang lebih dahsyat, besar, dan presisi jika Amerika Serikat dan Israel kembali menyerang Teheran, kata juru bicara angkatan bersenjata

img_title
VIVA.co.id
27 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut