Inilah 5 Hari Perayaan Terunik Sedunia
- Pixabay/ victoria_borodinova
VIVA – Merayakan hari istimewa maupun hari peringatan adalah sebuah hari ketika orang mengingat suatu momen atau pun acara untuk meningkatkan kesadaran setiap orang terhadap hal-hal penting. Di Indonesia sendiri hari raya bisa karena hari itu dianggap bersejarah seperti Hari Kemerdekaan dan Hari Pahlawan. Pun karena menyangkut keyakinan untuk hari raya keagamaan. Hal ini dilakukan untuk menanamkan kepada setiap warga Indonesia nilai-nilai positif yang memiliki sifat yang kuat serta bermakna.
Namun di dunia ini ada perayaan hari raya yang unik selain menyangkut hal-hal tersebut. Berikut deretan hari raya yang unik di seluruh dunia:
Hari Berbicara ala Bajak Laut (19 September)
Jika biasanya ada peringatan Hari Valentine, Hari Ibu atau hari-hari lainnya, tapi tahukah kamu bahwa sebenarnya ada perayaan Hari Berbicara ala Bajak Laut setiap 19 September di tiap tahunnya?
Perayaan hari raya unik ini dibuat pertama kali tahun 1995 oleh John Ball (Ol’Chumbucket) dan Mark Summers (Cap’n Slappy) dari Albany, Oregon. Mereka saat itu mengumumkan bahwa setiap 19 September, setiap orang di dunia harus berbicara seperti bajak laut.
Setiap orang yang merayakan hari ini akan menyapa teman-temannya dengan cara yang tidak biasa, alih-alih mengatakan “Hai semuanya!” dan berubah menjadi “Hai, mati!”.
Hari Antidiet Internasional (16 Mei)
Hari Antidiet Internasional bukan mengajak semua orang untuk tidak berdiet, melainkan sebaliknya. Peringatan ini merupakan Hari Tanpa Pangan Internasional yang mengajak seluruh masyarakat untuk tidak makan secara berlebihan dan keragaman bentuk tubuh.
Hari Tanpa Diet Internasional ini bertujuan mendorong masyarakat agar menjalani gaya hidup sehat tanpa harus menurunkan berat badan. Jangan salah, badan yang kurus meskipun banyak makan justru dianggap bisa menimbulkan gangguan kesehatan sebagaimana dikutip dari National Today.
Alasan perayaan ini adalah fenomena dari banyaknya orang yang ingin menurunkan berat badan dan melakukan diet ketat tanpa memikirkan kesehatan tubuh. Persepsi diet ketat tanpa memikirkan kesehatan ini mendorong para feminis Inggris untuk memulai Hari Tanpa Diet Internasional untuk pertama kalinya pada tahun 1992.