5 Negara Ini Paling Benci Indonesia, Benarkah?
- Homeland Preparedness News
Australia adalah pendukung depan pembebasan Timor Timur yang dikutuk oleh Indonesia sebagai tindakan intervensi dalam negeri.
Dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia telah menjadi promotor hukuman mati bagi banyak pengedar narkotika Australia yang dikutuk oleh Australia sebagai tindakan merendahkan hak asasi manusia dan hukum internasional.
Australia juga menunjukkan preferensinya terhadap Amerika Serikat sementara Indonesia ingin menjalin hubungan bilateral dengan China. Lebih penting lagi, Indonesia menderita defisit besar dalam perdagangannya dengan Australia ( defisit keempat terbesar).
4. Myanmar
Petugas polisi sedang berjaga di 20 lajur jalan di Naypyitaw, Myanmar
Selama 70 tahun, hubungan diplomatik antara Myanmar dan Indonesia telah berjalan dengan baik tanpa cela. Namun ketika krisis Rohingnya muncul di negara bagian Rakhine Myanmar, Indonesia adalah front bangsa Asia Tenggara yang mengangkat krisis Rohingnya ke PBB sedangkan mantan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull menyatakan tidak tertarik untuk mengangkat isu tersebut.
Dalam konteks krisis Rohingnya, Indonesia mengutuk Myanmar sebagai tindakan genosida atau pembersihan etnis. Tentu saja hal itu akan merusak hubungan bilateral kedua negara, apalagi jika Myanmar menganggap dukungan Indonesia terhadap Rohingya sebagai tindakan intervensi dalam negeri.
5. Malaysia
Seorang suporter membentangkan bendera Malaysia
Indonesia dan Malaysia memiliki banyak kesamaan dalam banyak hal (seperti budaya dan etnis), tetapi tidak untuk hubungan kedua negara yang lebih baik. Sejak kemerdekaannya, Presiden pertama Indonesia, Soekarno pernah mengkonfrontasi Malaysia dan mengatakan “Ganyang Malaysia” atau “Hapus Malaysia” atas masalah konfrontasi Kalimantan.
Ketegangan berlanjut selama bertahun-tahun setelah masalah bentrokan perbatasan di Sipadan dan Ligitan. Imigrasi ilegal dan masalah perlindungan imigran juga meningkatkan ketegangan kedua negara.
Sementara Malaysia menuduh Indonesia telah berulang kali mengirim migran ilegal, Indonesia mengangkat rendahnya perlindungan dari banyak masalah migran Indonesia di Malaysia.