Negara-negara Barat Beri Rp22,7 Triliun untuk Persenjatai Ukraina

VIVA Militer: Inggris kirim senjata anti-tank AT4 84 mm ke Ukraina
VIVA Militer: Inggris kirim senjata anti-tank AT4 84 mm ke Ukraina
Sumber :
  • newsnpr.org

VIVA Dunia – Negara-negara Barat, pada Kamis 11 Agustus 2022, memberikan lebih dari 1,5 miliar euro (Rp 22,7 triliun) dalam bentuk tunai, peralatan, dan pelatihan untuk meningkatkan kemampuan militer Ukraina dalam perangnya melawan Rusia, kata Menteri Pertahanan Denmark Morten Bodskov.

Uang itu dijanjikan oleh sekelompok 26 negara pada sebuah konferensi di Kopenhagen, dan akan digunakan untuk memasok senjata, rudal dan amunisi yang ada, meningkatkan produksi senjata untuk Ukraina, melatih tentara Ukraina, dan menghapus ranjau di daerah-daerah yang dilanda perang di Ukraina. .

"Kami akan terus membantu Ukraina dalam kebutuhan militernya," kata Bodskov kepada wartawan di akhir konferensi yang mempertemukan para menteri pertahanan Eropa untuk membahas dukungan jangka panjang bagi pertahanan negara itu terhadap invasi Rusia.

VIVA Militer: Rudal anti-tank FGM-148 Javelin buatan Amerika tiba di Ukraina

VIVA Militer: Rudal anti-tank FGM-148 Javelin buatan Amerika tiba di Ukraina

Photo :
  • globaltimes.cn

Menteri Pertahanan Polandia, Slovakia dan Republik Ceko mengisyaratkan kesediaan untuk memperluas produksi sistem artileri, amunisi, dan peralatan militer lainnya ke Ukraina, kata Bodskov.

Inggris latih tentara Ukraina

Inggris, yang telah menyumbangkan sistem senjata canggih ke Ukraina dan memberikan ribuan pelatihan militer pasukannya, pada hari Kamis 11 Agustus 2022. London juga menjanjikan tambahan 300 juta euro, termasuk sistem roket multi-peluncuran dan rudal M31A1 berpemandu presisi yang dapat menyerang target hingga 80 km jauhnya.

"Presiden Putin akan bertaruh pada Agustus bahwa kita semua akan bosan dengan konflik, dan komunitas internasional akan pergi ke arah yang berbeda. Nah hari ini adalah bukti sebaliknya," kata Menteri Pertahanan Inggris Ben Wallace.

VIVA Militer: Tentara Ukraina

VIVA Militer: Tentara Ukraina

Photo :
  • forbes.com

Komitmen itu muncul setelah pemerintah di Kiev berulang kali meminta Barat untuk mengirim lebih banyak senjata, termasuk artileri jarak jauh, ketika mencoba untuk mengubah gelombang invasi Rusia pada 24 Februari.

Ukraina mengatakan awal bulan ini telah menerima pengiriman senjata berat presisi tinggi lainnya dari Jerman dan Amerika Serikat.

Moskow menuduh Barat menyeret konflik dengan memberi Ukraina lebih banyak senjata. Moskow melakukan invasi di Ukraina dengan dalih sedang melakukan "operasi militer khusus" di Ukraina yang bertujuan untuk menjaga keamanan Rusia dari ekspansi NATO.