Biadab, Israel Rubah Fungsi Rumah Sakit Terbesar di Gaza Jadi Barak Militer

Tentara Israel melakukan penyisiran ruangan di rumah sakit Al Shifa sat melakukan operasi darat mereka di Kota Gaza.
Sumber :
  • Antara Photo.

Gaza – Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa tentara Israel telah mengubah Rumah Sakit Nasser di Khan Younis menjadi barak militer. Sebelumnya, rumah sakit ini telah menjadi target serangan oleh tentara Israel dan kini telah sepenuhnya tidak berfungsi.

Ramalan Jayabaya Soal Perang Dunia Ketiga, Bakal Terjadi di 2024 Karena Iran vs Israel?

"Sebanyak 70 petugas medis telah ditahan oleh tentara Israel di fasilitas tersebut," ujar juru bicara kementerian, Ashraf al-Qudra, dikutip dari Anadolu, Kamis, 22 Februari 2024.

Menurut laporan Anadolu, Juga menyebut kompleks ini "tidak mampu menangani kasus-kasus yang membutuhkan perawatan klinis yang ekstrem," tambahnya.

Presiden Raeisi Ancam Lenyapkan Israel Jika Berani Gempur Iran

VIVA Militer: Ledakan di Rumah Sakit al-Ahli, Gaza, Palestina

Photo :
  • timesofisrael.com

Nasser Medical Complex, yang merupakan rumah sakit terbesar di Gaza, Palestina, merupakan pusat layanan kesehatan utama di bagian selatan Jalur Gaza.

Selain Netanyahu, Ini Pihak Israel yang Dikabarkan Akan Ditangkap Pengadilan Kriminal Internasional

Pasukan Israel melakukan serbuan ke rumah sakit itu pada Kamis, 15 Februari lalu, menangkap beberapa orang di RS Nasser dan menahan banyak staf medis di sana.

Militer Israel mengklaim sedang memburu para militan di Nasser dan telah menangkap 100 orang di tempat tersebut.

Mereka juga melaporkan membunuh orang-orang bersenjata di sekitar rumah sakit dan menemukan senjata di dalamnya.

Sejak serangan Hamas pada tanggal 7 Oktober, Israel telah melancarkan serangan di Jalur Gaza. Serangan tersebut telah menewaskan hampir 29.000 orang dan menyebabkan kehancuran besar serta kekurangan kebutuhan pokok. Sebaliknya, kurang dari 1.200 orang Israel diketahui telah tewas dalam serangan Hamas.

Warga Palestina berduka atas tewasnya wartawan Hassouna Sleem dan Sary Mansour akibat serangan Israel, saat berada di sebuah rumah sakit di Jalur Gaza tengah, Minggu (19/11/2023).

Photo :
  • ANTARA FOTO/Reuters/Stringer/nym.

Perang Israel di Gaza telah mengakibatkan 85% populasi wilayah itu mengungsi secara internal, di tengah kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan yang kritis.

Sebanyak 60% infrastruktur di daerah tersebut dilaporkan rusak atau hancur, menurut PBB.

Israel dihadapkan dengan tuduhan melakukan genosida di Mahkamah Internasional. Keputusan sementara pada bulan Januari lalu memerintahkan Tel Aviv untuk menghentikan tindakan genosida dan mengambil langkah-langkah untuk memastikan bantuan kemanusiaan diberikan kepada warga sipil di Gaza.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya