Di Bulan Ramadhan, Pembakar Al Quran Salwan Momika Dikabarkan Tewas Secara Tiba-tiba

Aksi pria Imigran Irak bernama Salwan Momika membakar Al Quran di Swedia
Sumber :
  • FB Salwan Momika

Norwegia – Salwan Momika, pria yang mendapat kecaman dunia karena menodai salinan Al Quran dengan membakarnya tahun lalu, dilaporkan ditemukan tewas di Norwegia.

Kapolri Ungkap Proses Identifikasi 12 Korban Tewas Kecelakaan Tol Cikampek

Radio Genoa melaporkan dalam sebuah postingan di platform media sosial X pada hari Selasa bahwa pria Irak anti-Islam berusia 37 tahun itu ditemukan tewas dan secara tiba-tiba. 

Namun konfirmasi lebih lanjut akan segera disampaikan. “Mereka yang mengumumkan kematian Momika dengan lebih dari 1 juta tayangan menghapus tweet tersebut. Kami akan menunggu konfirmasi lebih lanjut,” katanya, melansir India Times, Rabu, 3 Maret 2024.

Kecelakaan di KM 58 Tol Cikampek, 9 Orang Tewas, Polisi Siapkan 12 Kantong Jenazah

Pembakar Al Quran Salwan Momika

Photo :
  • X/Salwan Momika

Momika, yang mendapat ketenaran global karena tindakan ekstrimnya membakar Al-Quran, baru-baru ini pindah ke Norwegia dari Swedia.

Pembakar Al Quran Salwan Momika Ditangkap di Norwegia, Bakal Dideportasi ke Swedia

Pada Juni 2023 lalu, Salwan Momika menginjak-injak Al Quran sebelum membakar beberapa halaman di depan masjid terbesar di Stockholm. Penghinaan terhadap kitab suci umat Islam dilakukan di bawah izin dan perlindungan polisi Swedia. 

Insiden tersebut, yang bertepatan dengan dimulainya Idul Adha dan berakhirnya ibadah haji tahunan ke Mekkah di Arab Saudi, memicu kemarahan umat Islam di seluruh dunia. 

Menyusul insiden tersebut, jutaan umat Islam di berbagai negara turun ke jalan untuk mengutuk pembakaran tempat suci Islam di Swedia. 

Swedia telah berulang kali mengizinkan pembakaran Al Quran dalam beberapa tahun terakhir. Pada bulan Januari tahun lalu, seorang ekstremis sayap kanan Swedia-Denmark membakar Al-Quran di dekat kedutaan Turki di Stockholm. 

Salwan Momika Bakar Al-Quran

Photo :
  • Twitter

Meskipun Swedia menyatakan tidak berencana melakukan perubahan besar terhadap undang-undang kebebasan berpendapat menyusul beberapa tindakan penodaan terhadap kitab suci umat Islam, banyak negara Muslim menganggap tindakan penistaan agama tersebut sebagai contoh penyebaran kebencian dan kecenderungan melakukan agresi yang menyalahgunakan prinsip tersebut. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya