Umat Islam di Amerika Serikat Bakal Rayakan Idul Fitri Rabu 10 April 2024

Ilustrasi warga Muslim Amerika sholat di depan Gedung Putih
Sumber :
  • X

Washington – Umat Islam di Amerika Serikat (AS) akan merayakan Idul Fitri 2024, pada Rabu, 10 April. Penetapan tanggal 1 Syawal 1445 Hijriyah ini menandai berakhirnya bulan Ramadan pada tahun 1445 H.

Kemenkominfo: Prof Salim Said Merupakan Sosok Teladan bagi Wartawan Modern

Menurut Dewan Fiqih Amerika Utara, tanggal 10 April 2024 sudah masuk ke dalam bulan Syawal, atau bulan kesepuluh dalam kalender Islam.

Warga muslim di Amerika Serikat

Photo :
  • Council on Foreign Relations
BNN Pelajari Teknologi Investigasi Narkotika Milik DEA di AS 

Hari Raya Idul Fitri sendiri bukanlah merupakan hari libur resmi di AS, Namun komunitas Muslim merayakan Ramadan dan Idul Fitri dengan menumbuhkan suasana positif dan mengadakan perayaan di komunitasnya.

Umat Islam merayakan Idul Fitri melalui beberapa kegiatan, antara lain salat subuh serta acara yang diselenggarakan oleh masjid dan organisasi Islam yang bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam menjalankan ritual suci.

Tantangan Guru Pendidikan Agama Islam

Seperti Amerika Serikat, beberapa negara mengumumkan hari Rabu sebagai Idul Fitri, antara lain Arab Saudi, Qatar, dan UEA.

Melansir dari Morocco World News, Selasa, 9 April 2024, negara-negara lain seperti Maroko diperkirakan akan mengumumkan 10 April sebagai Idul Fitri juga.

Muslim AS merayakan hari pertama Ramadan pada 11 Maret, begitu pula Arab Saudi, UEA, serta negara-negara lain di Teluk dan Timur Tengah.

Sementara itu, Maroko menetapkan 12 Maret sebagai hari pertama Ramadan, sehingga Ramadan hanya akan berlangsung selama 29 hari, bukan 30 hari, tidak seperti di Arab Saudi dan negara lain.

Selama perayaan besar keagamaan Islam, umat Muslim Amerika mengharapkan pesan dari Presiden AS Joe Biden, yang selama bertahun-tahun telah berjanji untuk meningkatkan upaya mengatasi tantangan yang dihadapi komunitas Muslim di Amerika.

Salat Idul Adha di taman kota di New York AS tanpa masker dan jarak sosial

Photo :
  • tvOne/Yanri Subekti

Namun, laporan baru-baru ini oleh Dewan Hubungan Islam Amerika (CAIR) mengkhawatirkan peningkatan insiden anti-Islam yang meresahkan di Amerika Serikat.

"CAIR telah menerima 8.061 pengaduan mengenai Islamofobia tahun lalu," kata Dewan Fiqih Amerika Utara.

Mereka juga menekankan bahwa jumlah ini merupakan jumlah pengaduan tertinggi yang pernah dicatat oleh dewan tersebut dalam 30 tahun sejarahnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya