Trump Naikkan Tarif 10 Persen ke Negara BRICS, Indonesia Kena?

Presiden RI Prabowo Subianto dan pemimpin negara lain saat menghadiri KTT BRICS 2025 (sumber foto: Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Sumber :
  • VIVA.co.id/Yeni Lestari

Sasaran BRICS meliputi peningkatan kerja sama ekonomi, politik, dan sosial di antara para anggotanya, dan "meningkatkan pengaruh negara-negara belahan bumi selatan dalam tata kelola internasional."

img_title Donald Trump Deklarasikan 'D-Day Ekonomi' buat Iran: Operasi Paling Mematikan dalam Sejarah

Blok tersebut berupaya untuk menantang lembaga tata kelola ekonomi global yang didominasi Barat, serta untuk menggantikan peran dolar AS dalam ekonomi global, menurut Carnegie Endowment for International Peace.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tahun ini, Presiden Tiongkok Xi Jinping mengutus Perdana Menteri Li Qiang ke pertemuan BRICS saat ia tidak hadir, sementara Presiden Rusia Vladimir Putin, yang menghadapi surat perintah penangkapan dari Pengadilan Kriminal Internasional, hadir secara daring.

img_title Ditanya soal Kim Jong Un, Trump Maki-Maki Jurnalis Senior Gedung Putih

‘Surat Cinta’ Trump ke 100 Negara

Secara terpisah, Trump mengonfirmasi bahwa AS akan mulai mengirimkan surat pada hari Senin, yang merinci tarif khusus negara dan perjanjian apa pun yang dicapai dengan berbagai mitra dagang. Hal itu menegaskan komentar Menteri Keuangan Scott Bessent selama akhir pekan.

img_title Polri Bongkar Penipuan Email Rugikan Perusahaan AS, 2 Orang Jadi Tersangka

Pemerintahan Trump mengatakan bahwa tarif yang diumumkan pada bulan April akan berlaku pada tanggal 1 Agustus, bukan 9 Juli, untuk negara-negara yang belum mencapai kesepakatan dengan AS.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bessent menolak gagasan bahwa tanggal 1 Agustus merupakan batas waktu tarif baru lainnya. "Kami katakan bahwa inilah saatnya hal itu terjadi, jika Anda ingin mempercepatnya, silakan saja, jika Anda ingin kembali ke tarif lama, itu pilihan Anda," kata Bessent pada hari Minggu di acara "State of the Union" CNN.

Pada bulan April, Trump mengumumkan jeda selama 90 hari pada tarif tinggi yang telah diumumkannya beberapa hari sebelumnya pada sebagian besar mitra dagang. Jeda itu akan berakhir pada hari Rabu, yang memicu kekhawatiran di kalangan investor dan mitra dagang AS.

Menkeu AS, Scott Bessent.

'Economic D-Day' untuk Iran Dimulai

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent mengaku negaranya sedang memasuki operasi "Economic D-Day" untuk melumpuhkan kemampuan militer dan nuklir Iran.

img_title
VIVA.co.id
24 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut