Kantor Benjamin Netanyahu Dihantam Rudal Iran

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu hadir di sidang korupsi
Sumber :
  • Ist

Iran, VIVA – Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menyatakan bahwa serangan rudal terbaru mereka menargetkan kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, serta markas besar komandan angkatan udara Israel.

img_title Benjamin Netanyahu Jadi Orang yang Paling Ingin Dihadapi Bilal Hasan

Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Fars, Garda Revolusi menyebut Netanyahu sebagai zionis dan markasnya telah menjadi sasaran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kantor perdana menteri kriminal dari rezim Zionis dan markas komandan angkatan udara rezim tersebut telah menjadi sasaran," demikian keterangan resmi IRGC dikutip dari media Israel, The Times of Israel, Senin 2 Maret 2026.

img_title IRGC Gertak AS: Sanksi Satu Dollar ke Iran, Washington bisa Rugi Berkali-kali Lipat

IRGC juga menyatakan bahwa dalam serangan itu digunakan rudal jenis Kheibar. Sementara itu, pihak Israel mengatakan tidak ada korban luka dalam serangan tersebut. Hingga berita ini ditulis, belum ada kabar mengenai kondisi terkini dari Netanyahu. 

Sebelumnya,pada Minggu 1 Maret 2026,  Pasukan elite Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa operasi serangan paling ganas dalam sejarah Republik Islam Iran akan segera dimulai. Ancaman ini ditujukan kepada Israel dan Amerika Serikat.

img_title Sudah 73.651 Nyawa Melayang di Gaza

Lembaga-lembaga negara Iran dengan cepat menyatakan akan membalas, setelah adanya konfirmasi bahwa Pemimpin Tertinggi negara tersebut, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam serangan Amerika Serikat dan Israel pada hari Sabtu 28 Februari 202.

"Operasi serangan paling berat dalam sejarah Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran akan segera dimulai menuju wilayah pendudukan dan pangkalan para teroris Amerika," demikian peringatan dari Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) beberapa waktu lalu seperti mengutip laman CNN World, Minggu 1 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemerintah Iran dalam pernyataannya menyebutkan bahwa kejahatan besar ini tidak akan pernah dibiarkan tanpa jawaban dan akan membuka lembaran baru dalam sejarah dunia Islam. Sementara itu, Supreme National Security Council (SNSC) menyatakan bahwa serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran akan memicu kebangkitan besar dalam melawan para penindas dunia.

SNSC, lembaga kuat yang mengoordinasikan strategi pertahanan dan keamanan nasional Iran, menegaskan bahwa Iran dan sekutunya justru akan menjadi semakin tangguh dan semakin bertekad jika Amerika Serikat dan Israel masih terus melancarkan serangan ke negara mereka. 
 

Uang dolar AS dan rupiah.

Rupiah Melemah ke Rp 17.650 saat Pendapatan Kelas Menengah RI Anjlok dan Tensi Iran-AS Kembali Melonjak

Hingga pukul 09.01 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.650 per dolar AS. Posisi itu melemah 8 poin atau 0,05 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.642 per dolar AS.

img_title
VIVA.co.id
7 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut