Tren Kasus Bunuh Diri Tentara Israel Meningkat, Diduga Dipicu PTSD akibat Perang Berkepanjangan
- ILIA YEFIMOVICH/Pool via REUTERS
Seorang sumber militer mengatakan bahwa pihak berwenang kesulitan mengambil langkah efektif untuk mengurangi fenomena ini, terutama dalam kasus tentara yang mengalami tekanan namun tidak mencari bantuan profesional.
“Pada awal perang, kami mengira situasinya terkendali, tetapi justru berbalik menjadi masalah besar,” kata seorang pejabat senior militer Israel.
Beberapa tentara juga mengaku merasa ditinggalkan oleh sistem setelah kembali dari medan perang.
“Ini jelas tidak bertanggung jawab, kami dipulangkan begitu saja dalam kondisi seperti ini. Mereka menghabiskan miliaran untuk persenjataan dan sistem pertahanan, tapi untuk hal ini justru dihemat?” kata seorang tentara kepada Haaretz.
“Ibarat menempelkan plester pada luka di pembuluh darah utama yang terus mengalir,” ujar tentara lainnya.
Meski banyak tentara Israel yang secara terbuka merayakan kehancuran di Gaza, tidak sedikit yang justru mengalami tekanan psikologis berat.
“Semua orang di militer yang tidak tewas atau terluka, secara mental pasti terdampak. Sangat sedikit yang benar-benar siap kembali bertempur, dan kondisi mereka pun tidak sepenuhnya baik,” ujar orang tua seorang tentara kepada media berbahasa Ibrani itu.
Sepanjang konflik berlangsung, pasukan Israel juga disebut gagal mengalahkan kelompok perlawanan Hamas dan mengalami kerugian besar di medan perang.
Seiring meluasnya invasi Israel ke Lebanon, pasukannya kini tersebar di berbagai wilayah seperti Gaza dan Suriah.
Sejak awal Maret 2026, setidaknya 16 tentara Israel dilaporkan tewas akibat serangan pejuang Hezbollah di Lebanon selatan.
Pada pekan ini, seorang kontraktor militer juga tewas akibat serangan drone Hezbollah saat tengah merobohkan rumah-rumah warga sipil di wilayah tersebut.
Sementara itu, hasil jajak pendapat terbaru dari lembaga penyiaran publik Israel, KAN, menunjukkan bahwa mayoritas warga Israel menilai rezim Netanyahu gagal meraih kemenangan dalam konflik apa pun sejak Oktober 2023.