Donald Trump: Proposal Baru Iran Tak Bisa Diterima!

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump saat meluncurkan operasi Epic Fury
Sumber :
  • White House

Jakarta, VIVA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, mengatakan telah mempelajari usulan baru Iran untuk menyelesaikan konflik antara AS dan Iran.

img_title AS Beri Visa Presiden-Menlu Iran Hadiri Sidang Umum PBB

Meski begitu, Trump menegaskan proposal yang berisi usulan-usulan baru dari Iran itu tidak dapat diterima.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“(Proposal) itu tidak dapat saya terima. Saya telah mempelajarinya, saya sudah mempelajari semuanya — itu tidak dapat diterima,” kata Trump kepada penyiar Israel Kan, dilansir dari ANTARA, Senin, 4 Mei 2026.

img_title Iran Tidak Akan Buka Kembali Selat Hormuz Selama Trump dan Netanyahu Masih Berkuasa

Pemimpin AS itu menambahkan bahwa operasi militer Amerika Serikat terhadap Israel disebut berjalan dengan sangat baik.

Sebelumnya pada hari yang sama, Al Jazeera melaporkan, mengutip sumber yang mengetahui persoalan tersebut, bahwa Iran telah mengajukan rencana tiga tahap kepada AS untuk mencapai perdamaian jangka panjang, yang mencakup penghentian pengayaan uranium hingga 15 tahun.

img_title Arab Saudi Mulai Kekurangan Rudal Pencegat, Minta Bantuan Negara Sekutu Hadapi Houthi

Tahap pertama dalam rencana tersebut mencakup penghentian total permusuhan antara AS dan Iran dalam waktu 30 hari, penerapan gencatan senjata di seluruh kawasan, serta kesepakatan non-agresi antara kedua negara yang juga melibatkan sekutu Iran di kawasan dan Israel.

Selain itu, direncanakan pembentukan mekanisme pemantauan internasional untuk mengawasi kemungkinan pelanggaran gencatan senjata.

Tahap kedua mencakup pembekuan kegiatan pengayaan uranium hingga 15 tahun, yang kemudian diikuti dengan pembatasan tingkat pengayaan hingga 3,6 persen sesuai dengan prinsip penyimpanan nol (zero storage).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tahap ketiga, yang bersifat jangka panjang, mencakup dimulainya dialog strategis Iran dengan negara-negara Arab dan negara tetangga di kawasan guna membentuk sistem keamanan bersama. 

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA 

VIVA Militer: Ilustrasi perseteruan antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran

PBB: AS Lakukan Kejahatan Perang di Iran

Dewan HAM PBB dalam laporannya menyimpulkan bahwa Amerika Serikat kemungkinan melakukan kejahatan perang dalam dua serangan awal terhadap Iran pada Februari.

img_title
VIVA.co.id
18 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut