AS Rampas Aset Kripto Iran Senilai Rp17,8 Triliun

Menkeu AS, Scott Bessent
Sumber :
  • REUTERS/Annabelle Gordon

VIVA – Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengumumkan pihaknya telah merampas aset mata uang kripto yang dikaitkan dengan Iran senilai sekitar 1 miliar dolar AS atau setara Rp17,8 triliun.

img_title IRGC Gertak AS: Sanksi Satu Dollar ke Iran, Washington bisa Rugi Berkali-kali Lipat

Pernyataan tersebut disampaikan Bessent pada Jumat. Ia menyebut langkah itu merupakan bagian dari upaya Washington untuk meningkatkan tekanan finansial terhadap Teheran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya yakin kami telah merampas aset kripto mereka senilai sekitar 1 miliar dolar," kata Bessent dilansir Anadolu, Sabtu, 30 Mei 2026.

img_title Trump Pede Jalur Pipa Minyak Suriah Bakal Gantikan Peran Krusial Selat Hormuz

Menurutnya, pemerintah AS bertindak cepat dalam penyitaan aset digital tersebut hingga diibaratkan seperti "langsung mengambil dompet mereka". Ia bahkan menyebut sejumlah pemilik aset kemungkinan belum menyadari bahwa aset mereka telah disita.

"Sebagian dari mereka mungkin masih mengetik saat ini, dan sadar kalau mereka tidak sadar dompet mereka sudah diambil," kata dia.

img_title Bocornya Informasi soal AS Kekurangan Amunisi dalam Perang Iran Bikin 50 Staf Pentagon Diperiksa

Bessent mengatakan pemerintah AS tidak hanya fokus pada aset kripto, tetapi juga tengah berkoordinasi dengan negara-negara sekutu untuk memperluas upaya penyitaan aset yang terkait dengan Iran.

"Kami bekerja sama dengan sekutu-sekutu di seluruh Eropa untuk merampas vila-vila, rumah-rumah, dan properti," tutur Bessent yang mengklaim langkah tersebut adalah untuk memulihkan dana yang dicuri dari rakyat Iran. "Aset-aset tersebut berasal dari uang yang dicuri dari rakyat Iran," kata Menkeu AS.

Selain itu, Bessent mengklaim fasilitas ekspor minyak Iran di Pulau Kharg telah berhenti beroperasi setelah adanya blokade laut yang dilakukan Amerika Serikat.

Ia juga menilai serangan Iran terhadap negara-negara Teluk justru berdampak negatif bagi posisi diplomatik Teheran. Menurutnya, sejumlah negara di kawasan kini semakin mendukung langkah Washington dalam menekan Iran melalui instrumen keuangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bessent mengatakan kondisi tersebut membuka peluang bagi AS untuk membekukan rekening bank yang terkait dengan Iran di kawasan tersebut.

Karena itu, AS pun dapat membekukan rekening bank asal Iran di kawasan, ucap Bessent.

Uang dolar AS dan rupiah.

Rupiah Melemah ke Rp 17.650 saat Pendapatan Kelas Menengah RI Anjlok dan Tensi Iran-AS Kembali Melonjak

Hingga pukul 09.01 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.650 per dolar AS. Posisi itu melemah 8 poin atau 0,05 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.642 per dolar AS.

img_title
VIVA.co.id
7 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut