Ikuti Arahan Trump, AS Kembali Serang Iran

Ilustrasi militer Amerika Serikat (AS)
Sumber :
  • VIVA/Davro

Washington, VIVA – Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan telah melancarkan serangkaian "serangan membela diri tambahan" terhadap sejumlah sasaran di Iran pada Rabu berdasarkan arahan Presiden Donald Trump.

img_title Trump Klaim AS Kini Pegang Kendali Greenland

"Pasukan Komando Pusat AS melancarkan serangan membela diri tambahan pada hari ini pukul 17:15 waktu AS timur (04:15 WIB) terhadap sejumlah sasaran di Iran atas instruksi Panglima Tertinggi," kata CENTCOM melalui media sosial X.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Serangan tersebut adalah untuk merespons agresi Iran yang tak beralasan dan terus berlanjut," menurut militer AS itu.

img_title Makin Memanas! Houthi Klaim Arab Saudi Lancarkan 26 Serangan dalam 24 Jam

Sebelumnya, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan, rencana serangan militer AS terhadap Iran akan difokuskan pada "fasilitas kunci" di Iran, sembari memperingatkan bahwa operasi yang akan dilakukan dalam waktu dekat tersebut akan "kuat dan jelas".

"Komando Pusat AS akan sibuk malam ini karena Presiden Trump berkata kita akan menghantam Iran dengan keras, dan kita akan melakukannya," ucap Hegseth kepada wartawan di Pangkalan Udara MacDill di Tampa, Florida.

img_title PBB: AS Lakukan Kejahatan Perang di Iran

Keputusan Trump untuk melakukan eskalasi serangan terhadap Iran dilakukan menyusul penembakan sebuah helikopter Apache AS oleh Iran awal pekan ini.

Adapun ketegangan kawasan yang bermula pada 28 Februari setelah serangan gabungan AS-Israel ke Iran tersebut telah memicu serangkaian konfrontasi militer, saling balas serangan, dan ketegangan diplomatik. (Ant)

Ilustrasi hukuman gantung di Iran

Bocorkan Lokasi Rudal, Iran Eksekusi Pria yang Dituding Jadi Mata-mata Israel

Iran kembali menjatuhkan hukuman mati terhadap orang yang dituduh terlibat dalam aktivitas mata-mata untuk Israel. Kali ini, seorang pria bernama Hossein Pedaran.

img_title
VIVA.co.id
19 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut