Israel Dihantam 'Tsunami'
- REUTERS/Florion Goga TPX IMAGES OF THE DAY
'Tsunami' emigrasi
Ahli demografi dan statistik Israel, Sergio DellaPergola, mengatakan Israel sebelumnya memang pernah mengalami kondisi ketika jumlah warga yang keluar lebih banyak daripada yang masuk. Namun, situasi tersebut umumnya hanya berlangsung singkat dan berkaitan dengan krisis ekonomi.
Kondisi saat ini dinilai berbeda karena arus keluar berlangsung dalam periode yang panjang. "Kali ini, belum jelas peran apa yang dimainkan oleh perekonomian," kata DellaPergola kepada Al Jazeera.
Menurutnya, sebagian warga mungkin pergi demi mengejar peluang karier. Namun, banyak pula yang meninggalkan Israel karena ketidakpastian keamanan dan kekhawatiran terhadap arah politik negara.
DellaPergola juga menilai semakin kuatnya pengaruh tokoh-tokoh yang dianggap ekstrem telah memperdalam polarisasi politik Israel. Salah satunya adalah Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir.
Meski demikian, ia menilai para tokoh tersebut tidak berdiri sendiri dalam menentukan arah politik Israel. "Jangan salah paham, mereka semua adalah pemain dalam sebuah orkestra yang dipimpin oleh Netanyahu," ujarnya.
Brain drain
Eksodus warga terdidik menjadi perhatian serius karena ekonomi Israel sangat bergantung pada inovasi, teknologi, penelitian, dan tenaga kerja berkeahlian tinggi.
Michael Ben-Gad, profesor di City St George's, University of London, mengatakan keberadaan generasi muda, terdidik, dan liberal sangat penting untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi Israel.
Kekhawatiran tersebut semakin besar karena justru kelompok yang memiliki kemampuan untuk menggerakkan sektor inovasi Israel kini menjadi bagian dari arus emigrasi.
Lilach Lev Ari, profesor imigrasi dan demografi di Oranim College, mengatakan profil emigran Israel saat ini semakin jelas. Banyak keluarga muda berpendidikan tinggi dan memiliki prestasi profesional memilih meninggalkan negara tersebut.
"Semakin banyak keluarga muda yang berpendidikan tinggi dan berprestasi meninggalkan negara itu," ujarnya. Menurut Lev Ari, keputusan tersebut berkaitan dengan reformasi peradilan, situasi sosial-politik, serta perang yang berlangsung.
Ia mengakui Israel masih memiliki banyak tenaga profesional berkualitas. Namun, peningkatan emigrasi yang telah berlangsung hampir tiga tahun tetap harus menjadi perhatian. "Kita kehilangan beberapa orang yang kompeten, tetapi kita masih memiliki orang-orang baik di sini," katanya.