Israel Dihantam 'Tsunami'

Ilustrasi bendera Israel.
Sumber :
  • REUTERS/Florion Goga TPX IMAGES OF THE DAY

Ekonom politik Shir Hever menilai migrasi massal dari Israel merupakan persoalan yang jauh lebih besar daripada sekadar kepergian para profesional berpenghasilan tinggi.

img_title Laporan UNICEF: Serangan Israel Tewaskan Lebih dari 340 Anak di Gaza Sejak Gencatan Senjata

Menurutnya, perhatian publik terlalu banyak tertuju pada dokter, peneliti, dan pekerja teknologi yang meninggalkan Israel. Padahal, kepergian perawat dan pekerja penting lainnya juga dapat memberikan dampak besar terhadap negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fenomena tersebut menunjukkan adanya risiko brain drain, yakni hilangnya tenaga kerja terampil yang dibutuhkan untuk mempertahankan produktivitas dan inovasi. Di sisi lain, emigrasi juga berkaitan dengan perubahan budaya. Warga Israel yang meninggalkan negaranya secara tradisional menghadapi stigma.

img_title Brutal! 3 Juta Buku Lenyap akibat Serangan Israel di Lebanon, Puluhan Perpustakaan Hancur

Pada 1970-an, Perdana Menteri Yitzhak Rabin pernah menyebut warga Israel yang pergi sebagai "sekumpulan orang lemah". Dalam istilah Ibrani, imigrasi Yahudi ke Israel disebut aliyah, yang berarti "pendakian", sementara mereka yang pergi disebut yordim, atau "mereka yang turun".

Namun, tekanan politik dan keamanan membuat stigma tersebut semakin diabaikan oleh sebagian warga. Bagi keluarga muda yang merasa tidak lagi mendapatkan kepastian mengenai masa depan, meninggalkan Israel kini dipandang sebagai pilihan untuk mencari kehidupan yang lebih stabil.

img_title Kemlu RI Buka Suara Usai Israel Tolak Pesawat yang Diawaki Pilot WNI

Jika tren ini terus berlanjut, persoalan yang dihadapi Israel bukan hanya kehilangan jumlah penduduk. Negara tersebut juga berisiko kehilangan sebagian tenaga muda, terdidik, dan profesional yang selama ini menjadi salah satu fondasi kekuatan ekonominya.

Ilustrasi Pesawat Boeing 777X

Ancaman Bom, Pesawat dari Tel Aviv ke Wina Mendarat Darurat di Bulgaria

Pesawaat Austrian Airlines dengan nomor penerbangan OS82 tujuan Tel Aviv, Israel menuju Wina Austria harus melakukan pendaratan darurat di Bulgaria usai ancaman bom

img_title
VIVA.co.id
19 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut