Iran Gila-gilaan Produksi Senjata

Kapal perang AS perusak rudal berpemandu USS Rafael Peralta memblokade Iran di Selat Hormuz
Sumber :
  • US Centcom

VIVA – Iran menggandakan produksi senjata dan peralatan pertahanan dalam kurun waktu satu tahun, kata Wakil Menteri Pertahanan Iran Reza Talaei-Nik, seperti dikutip dari Sputnik, Minggu, 23 Agustus 2026.

img_title Iran Tegaskan Selat Hormuz dalam Kendalinya, Kapal Asing Terancam Rusak jika Langgar Aturan

"Dalam kurun waktu satu tahun sejak dimulainya Perang Dua Belas Hari, yakni dari Juni tahun lalu hingga Juni tahun ini, produksi senjata dan peralatan pertahanan meningkat dua kali lipat,” katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada malam sebelum 18 Juni 2026, Teheran dan Washington menandatangani memorandum untuk mengakhiri konflik yang dimulai pada 28 Februari.

img_title Komentar Gubernur BI Usai Dolar AS Tembus Rp18.159

Namun, pada 8 Juli, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata tidak lagi berlaku. Sejak saat itu, pasukan AS melancarkan sejumlah serangan terhadap Iran.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan tersebut sebagai balasan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz. Pasukan Iran kemudian membalasnya dengan melancarkan serangan terhadap pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah.

img_title Centcom Klaim 95% Kapal Melintas di Selat Hormuz dengan Aman, Meski Dapat Serangan Kecil

Pada 12 Juli, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga berakhirnya campur tangan AS di kawasan tersebut, setelah kembali terjadi aksi saling serang antara pihak-pihak yang terlibat konflik.

Sehari kemudian, Trump mengatakan AS akan menjadi "penjaga" Selat Hormuz. Ia juga kembali memberlakukan blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada Kamis, Trump mengatakan bahwa Teheran telah menyia-nyiakan kesempatan untuk mencapai kesepakatan dengan Washington.

Oleh karena itu, AS lantas meluncurkan operasi ekonomi berskala besar terhadap Iran. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut operasi tersebut sebagai upaya untuk mengalihkan perhatian dari krisis yang dihadapi AS sendiri, yang menurutnya justru akan berujung pada kekalahan yang lebih besar bagi Washington.

Viral Video Mojtaba Khamenei Masuki Ruang Operasi Militer Iran

Kepala Parlemen Iran Ungkap Kondisi Mojtaba Khamenei di Tengah Sorotan Publik

Kepala Kehakiman Iran, Gholamhossein Mohseni-Ejei, mengungkapkan kondisi terkini Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, yang sudah lama tidak terlihat di depan publik

img_title
VIVA.co.id
27 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut