Solusi Krisis Ekonomi ala Obama dan McCain

VIVAnews - Barack Obama, kandidat Presiden dari Partai Demokrat memaparkan rencana penyelamatan ekonomi Amerika Serikat, hari Senin 13 Oktober 2008, seraya mencoba untuk mengkonsolidasikan peningkatan hasil jajak pendapat yang lebih memilih dirinya dibanding McCain.

Rencana Obama termasuk pajak kredit sementara untuk menciptakan lapangan kerja baru, penarikan bebas penalti dari tabungan pensiun, dan penangguhan untuk rumah-rumah yang disita.

Obama menjelaskan langkah-langkah yang dirancangnya diawal pidato yang disampaikan lebih dahulu di negara bagian Ohio. Ohio merupakan negara bagian yang penting bagi kedua kandidat Presiden AS dalam pertarungan merebut suara pemilih.

Rencana yang dipaparkan Obama akan menelan dana kas negara AS sebesar US$60 miliar selama dua tahun.

Senator Illinois ini meminta The Fed, Bank Sentral AS, dan Departemen Keuangan AS menyediakan fasilitas untuk memberi pinjaman bagi pemerintah negara bagian dan lokal, yang kehabisan dana.

“Kita perlu memberikan masyarakat ruang untuk bernafas, dan membuat mereka kembali menginjak bumi,” kata Obama, menunjuk pada keluarga-keluarga di AS yang harus turut bertanggung jawab atas apa yang diluar jangkauan mereka.

“Kita tak bisa  menunggu untuk membantu para pekerja, keluarga dan komunitas masyarakat yang sedang berjuang saat ini, mereka yang tak tahu apakah mereka masih bisa bekerja besok atau uang pensiun mereka masih ada kelak, mereka yang tak tahu bahwa gaji seminggu harus bisa untuk menutup pengeluaran sebulan,” kata Obama lagi.