Anggota Parlemen Australia Pakai Biaya Dinas untuk Acara Pribadi

Perdana Menteri Australia Tony Abbott Kunjungi Indonesia
Perdana Menteri Australia Tony Abbott Kunjungi Indonesia
Sumber :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi

VIVAnews - Perdana Menteri Australia, Tony Abbott, akhirnya terpaksa menarik kalimatnya sendiri dengan membuat kebijakan baru terkait klaim dana perjalanan yang dilakukan oleh anggota parlemen. Abbott mengatakan akan mendenda anggota parlemen yang berani memalsukan klaim dana perjalanan.

Laman Telegraph, Sabtu 9 November 2013, melansir banyak anggota parlemen Australia yang diam-diam meminta reimburse biaya perjalanan dengan mengaku dana itu digunakan untuk biaya dinas.

Padahal puluhan ribu dollar Australia dana pajak rakyat terbuang sia-sia hanya untuk mendanai biaya perjalanan anggota parlemen yang menghadiri acara pernikahan dan olah raga.

Bahkan dalam skandal yang melibatkan anggota parlemen dari Australia Barat, Don Randall, dia meminta reimburse untuk perjalanannya ke kota Cairns dengan alasan rapat dengan seorang anggota parlemen lainnya, Warren Entsch. Kenyataannya dia terbang ke sana juga untuk meninjau salah satu properti pribadi miliknya.

Dalam kebijakan baru yang dibuat oleh Abbott menyebut apabila ditemukan penyalahgunaan dana anggaran anggota parlemen, maka mereka akan didenda 25 persen dari dana perjalanan dinas yang diklaim. Selain itu dia turut membatasi perjalanan bagi anggota keluarga yang ingin ikut dalam agenda dinas.

Apabila anggota parlemen sedang melakukan perjalanan dinas, maka dia dilarang menggunakan penerbangan kelas satu. Sementara pasangannya tak diizinkan ikut menemani ketika dia sedang bertugas dinas.

Jika anggota parlemen membandel lebih dari sekali, maka mereka diwajibkan menjalani pelatihan wajib. Apabila selama proses investigasi tidak bersikap kooperatif, maka namanya akan diajukan di dalam sidang parlemen.

Pemimpin Partai Liberal itu juga melarang semua anggota parlemen mempekerjakan kerabat sebagai asisten mereka di dalam kabinet.

Sebelumnya Membela

Abbott berubah sikap, setelah sebelumnya dia membela aksi yang dilakukan Randall dalam sebuah wawancara dengan Fairfax Media pada akhir Oktober lalu. Saat itu Abbott percaya begitu saja alasan yang diungkap Randall.

"Anggota parlemen yang tengah dipertanyakan oleh banyak orang itu berkata kepada saya, dia terbang dari Perth ke Cairns untuk mengadakan diskusi penting dengan anggota parlemen lainnya, Warren Entsch," ujar Abbott kala itu.

Ditanya Fairfax mengapa diskusi itu tidak dilakukan melalui telekonferensi saja, Abbott membelanya dengan mengatakan terkadang ada beberapa pertemuan yang harus dihadiri secara langsung dan bertatap muka.

"Ada beberapa hal yang harus dilakukan secara bertatap muka. Anggota parlemen diizinkan melakukan perjalanan dinas untuk berdiskusi mengenai hal penting, karena jika dilakukan menggunakan telekonferensi, tujuannya tidak diperoleh," imbuh Abbott.

Namun, kini demi meraih kepercayaan rakyat Australia, Abbott menyadari dia harus membuat kebijakan baru. Dia pun meminta publik untuk tidak menyamaratakan semua anggota parlemen telah melakukan tindakan serupa.

Abbott turut diduga termasuk salah satu anggota parlemen yang dulu kerap menyalahgunakan biaya perjalanan dinas tersebut.

"Saya kira sebagian besar anggota parlemen melakukan hal yang benar. Terkadang kesalahan memang dibuat. Sekali-sekali introspeksi diri juga harus dilakukan demi perbuatan yang lebih baik dan itu yang akan terjadi," kata Abbott. 

Akibat kebijakan baru ini, banyak anggota parlemen yang harus membayarkan kembali dana perjalanan senilai lebih dari UAD21 ribu atau Rp224 juta. Nilai ini, ujar sebagian pihak, masih kecil dari biaya perjalanan dinas dari yang telah digunakan anggota parlemen. Pasalnya, saat itu pengawasan terhadap klaim biaya perjalanan dinas sangat longgar.

Aksi penyalahgunaan biaya perjalanan dinas ini sempat membuat Menteri Keuangan, Joe Hockey, geram. Harian Sydney Morning Herald (SMH) akhir Oktober lalu melansir, saking geramnya, Hockey sampai mengirimkan pesan ke seluruh koleganya di parlemen.

"Semua orang harus mematuhi aturan yang artinya kapan pun kalian memiliki kegiatan pribadi, maka Anda harus membayarnya dengan dana pribadi," tulis Hockey.