Sikap Inggris Soal Hukuman Mati

Lindsay Sandiford
Sumber :
  • Reuters
VIVA.co.id
- Juru bicara Kedutaan Besar Inggris di Jakarta, Faye Belnis, mengatakan pemerintah Inggris menentang hukuman mati dalam segala situasi, sebagai sebuah prinsip. Sebab tidak ada bukti konklusif bahwa hukuman mati memberikan efek jera.


"Kami yakin itu (hukuman mati) merendahkan harkat manusia. Tidak ada bukti konklusif itu memberikan efek jera dan setiap tindakan hukum yang menyebabkan penerapannya, tidak dapat diubah dan diperbaiki," kata Faye, Senin, 26 Januari 2015.


Sebelumnya
Percaya Buwas, Ketua DPR Usul Anggaran BNN Ditambah
VIVA.co.id
bertanya padanya, mengenai sikap pemerintah Inggris atas kemungkinan eksekusi mati terhadap Lindsay Sandiford (58), warga negara Inggris yang ditangkap karena membawa kokain, Mei 2012.
Ada Jenderal Ikut Freddy Kirim Narkoba, Ini Penjelasan TNI


Laporkan Hariz Azhar, TNI Ingin Beri Pembelajaran Hukum
Lindsay divonis hukuman mati pada Januari 2013. Laman Mirror memberitakan bahwa Lindsay yang ditahan di penjara Kerobokan, Bali, telah diminta menandatangani sebuah dokumen, terkait hukuman mati terhadapnya.

Dia kini khawatir bahwa pemerintah Indonesia akan mempercepat waktu pelaksanaan eksekusi mati terhadapnya. "Kami tidak berkomentar pada kasus individual, namun Inggris menentang hukuman mati dalam segala situasi," ucapnya.




Simak Juga:



Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya