RI Siap Bekerja Sama dengan Pemerintah Baru Australia

Duta Besar Nadjib Riphat dan Menlu Julie Bishop
Sumber :
  • KBRI Canberra, Australia
VIVA.co.id
- Indonesia menyatakan siap bekerja sama dengan pemerintahan baru Australia yang dipimpin oleh Perdana Menteri Malcolm Turnbull. Mantan Menteri Komunikasi itu terpilih sebagai pemimpin Partai Liberal dan PM usai berhasil mengalahkan Tony Abbott dalam pemungutan suara di kalangan internal partai.

Kesiapan itu disampaikan Duta Besar RI untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema, ketika memberikan sambutan di acara resepsi peringatan HUT ke-70 RI di Wisma Indonesia pada Rabu siang, 16 September 2015. Nadjib mewakili Pemerintah RI mengucapkan selamat atas terpilihnya Turnbull sebagai PM baru. 

Nadjib mengatakan kedua negara perlu menekankan semangat kemitraan dan dialog konstruktif agar dapat mengoptimalkan potensi dan peluang kerja sama bilateral di berbagai bidang. Terlebih lagi, perekonomian Indonesia yang ditopang oleh banyaknya angkatan kerja yang produktif, terus menggeliat. 

Presiden Joko Widodo pada tanggal 9 September kemarin telah membuat perekonomian Indonesia semakin kompetitif. Perayaan resepsi diplomatik juga menjadi simbol perayaan hubungan baik kedua negara selama ini. 

Terlebih, dalam resepsi tersebut, untuk kali pertama, Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop turut hadir. 

"Menlu Bishop menyampaikan pesan dari PM Turnbull yang ingin membangun dan memperkuat hubungan kedua negara, baik dalam konteks pemerintah, bisnis dan people-to-people. Australia dan Indonesia, bukan hanya tetangga, tetapi juga teman," tulis KBRI Canberra pada Kamis, 17 September 2015 dalam keterangan tertulis yang diterima VIVA.co.id.

Pentinganya hubungan kedua negara tercermin dari banyaknya kesepakatan yang telah diteken dalam beberapa tahun terakhir. Terdapat, 60 perjanjian bilateral di berbagai bidang. 

Indonesia Ajarkan Australia Cara Tangani Terorisme
"Australia juga akan membuka Konsulat Jenderal di Makassar. Selain itu, Indonesia juga menjadi salah satu negara terfavorit destinatis mahasiswa Australia yang mengikuti program New Colombo Plan (NCP)," kata KBRI. 

Indonesia dan Australia Intensif Bicarakan Terorisme
Bishop optimis hari-hari terbaik dalam hubungan bilateral RI dan Australia telah menunggu di depan mata. Resepsi diplomatik itu disesaki oleh hampir 500 tamu undangan yang terdiri dari para Duta Besar dan kalangan diplomatik, pengusaha, hingga akademisi. 

Wisatawan Indonesia dan Australia Cetak Sejarah
Selain Menlu Bishop, pejabat tinggi Australia lainnya yang turut hadir adalah Wakil Menlu, Steven Ciobo. Tamu undangan yang hadir dijamu dengan beragam kuliner khas Indonesia dan pagelaran tari Jauk Keras dari Pulau Bali. (ren)

Indonesia dan Australia

Australia Siapkan Program 5.000 Doktor untuk Indonesia

Indonesia direncanakan untuk menjadi pusat studi Islam.

img_title
VIVA.co.id
10 Agustus 2016