Dubes Saudi: Banyak Berita Bohong soal Tragedi Mina

Tragedi Mina
Sumber :
  • REUTERS/Stringer

VIVA.co.id - Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Mustafa bin Ibrahim Al-Mubarak, mengatakan, banyak rumor bohong yang menyelimuti tragedi di Mina pada Kamis pekan lalu.

Maskapai Ini Buka Rute Penerbangan ke Madinah

Dia menepis adanya rumor mengenai pemenggalan 28 petugas haji yang dianggap bertanggung jawab atas terjadinya tragedi Mina atau pemberitaan mengenai penyebab tragedi itu karena adanya kunjungan dari Menteri Pertahanan Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman yang tengah mengunjungi lokasi pelaksanaan haji di waktu bersamaan.

Ditemui usai melakukan perayaan kemerdekaan ke-83 di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan semalam, Al-Mubarak menegaskan apa yang ditulis di media tidak benar. "(Berita) yang disebarkan media itu tidak benar," kata Al-Mubarak.

Jumlah Korban Tragedi Mina 2.070 Jiwa

Dia juga menjelaskan, saat ini pemerintahnya tengah melakukan penyelidikan terhadap insiden yang menewaskan 769 jemaah haji. Al-Mubarak menolak adanya intervensi dari pihak asing selama proses penyelidikan masih berlangsung.

"Kami akan langsung mengabarkan kalau sudah ada hasilnya. Pengumuman itu akan dilakukan secara detail. Tidak perlu diragukan lagi negara Saudi selalu memberikan dan memperhatikan layanan terbaik untuk jemaah haji. Kami tidak ingin berspekulasi mengenai apa pun, karena masih menanti hasil penyelidikan," ujar Al-Mubarak menambahkan.

Dalam kesempatan itu, dia turut mengomentari bantuan yang ditawarkan oleh Indonesia. Dalam pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri, Retno L.P Marsudi dan Menlu Saudi, Adel bin Ahmed Al-Jubeir, Indonesia menawarkan bantuan berupa upaya untuk mengidentifikasi korban.

Menurut informasi yang diberikan oleh Kementerian Luar Negeri, Indonesia memiliki kemampuan yang luas dan diakui dunia internasional dalam penanganan korban bencana, termasuk untuk identifikasi dan pendataan.

"Kami selalu membuka tangan dan menyambut bantuan, tetapi bukan dalam bentuk intervensi. Kami tidak perkenankan negara lain untuk ikut melakukan penyelidikan, tetapi kalau hanya sekadar memberikan saran, tidak apa-apa," kata dia.

Isu tragedi Mina kian membuat posisi Arab Saudi sebagai penyelenggara haji terpojok. Beberapa negara mengeluhkan sikap Saudi yang tidak terbuka selama penyelidikan. Iran yang memiliki korban jemaah tewas terbanyak telah berulang kali menyampaikan protes kepada Saudi.

Arab Saudi: Investigasi Tragedi Mina Masih Butuh Waktu

Bahkan, protes disampaikan secara khusus oleh Presiden Hassan Rouhani di yang digelar di New York, Amerika Serikat.

Sebelumnya, mereka juga harus menghadapi tragedi mematikan lainnya ketika alat derek atau crane yang dioperasikan oleh kontraktor Bin Laden jatuh di gedung Masjidil Haram.

Sebanyak 111 jemaah haji dilaporkan tewas, sedangkan 11 orang di antaranya berasal dari Indonesia.

(mus)

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin

Menag: Santunan Korban Crane Masjidil Haram Segera Cair

Menag memastikan pencairan dana tersebut sudah tahap finalisasi.

img_title
VIVA.co.id
31 Maret 2016