AS Sebut Pemboman RS di Afghanistan Sebuah Kesalahan

Staf RS Medecins Sans Frontieres yang terluka
Sumber :
  • Ist.
VIVA.co.id
- Komandan pasukan internasional di Afghanistan, Jenderal John Campbell mengatakan serangan udara yang menimpa rumah sakit milik organisasi medis, Medecins Sans Frontieres (MSF) di Kunduz adalah sebuah kesalahan. Dia mengaku menyesal atas jatuhnya korban jiwa dari serangan tersebut. 

Stasiun berita Channel News Asia, Rabu, 7 Oktober 2015 melansir pernyataan itu disampaikan Campbell di hadapan Komite Senat Layanan Militer di Washington DC. Akibat kejadian itu menewaskan 22 pasien dan petugas medis yang tengah melakukan tugasnya. Pentagon pun telah mengakui serangan tersebut sebagai kesalahan yang tragis. 

Tetapi, Campbell membantah sengaja menyasar rumah sakit MSF itu. 

"Kami tidak akan secara sengaja menyasar sebuah fasilitas medis yang dilindungi. Rumah sakit itu secara tidak sengaja kena tembak," ujar Campebll ketika memberikan pernyataannya. 

Dia menekankan memang militer Afghanistan yang menyerukan adanya serangan udara. Tetapi, pada akhirnya, keputusan untuk melakukan serangan udara bergantung pada militer Negeri Paman Sam. 

"Pasukan kami memberikan dukungan udara kepada militer Afghanistan sesuai dengan permintaan mereka. Agar jelas, keputusan untuk melakukan serangan udara merupakan keputusan AS yang dibuat berdasarkan tali komando AS," kata Campbell yang menjelaskan pasukan khusus AS berada di darat tak lama sebelum terjadi serangan udara. 

Dia turut menyampaikan pejabat berwenang tengah berkomunikasi dengan organisasi Dokter Tanpa Batas untuk memperoleh kisah dari kedua sisi. Campbell mengaku tidak bisa lagi memberikan informasi yang lebih detail, karena itu melanggar kewenangannya. Informasi detail baru bisa disampaikan, usai dilakukan beberapa penyelidikan.

Gedung Putih pada hari Selasa kemarin mengumumkan Departemen Keadilan akan menyelidiki serangan udara itu. Penyelidikan serupa juga dilakukan oleh Pentagon, NATO dan pasukan Afghanistan dan AS. 

Penyesalan juga diakui oleh Menteri Pertahanan, Ashton Carter di sela kunjungannya ke Roma, Italia.

"Organisasi Dokter Tanpa Batas telah melakukan pekerjaan penting di seluruh dunia dan Departemen Pertahanan benar-benar menyesal atas kehilangan nyawa orang yang tak bersalah akibat kejadian tragis itu," ujar Carter. 

Namun, MSF menegaskan pengakuan saja tidak cukup. Presiden MSF, Joanne Liu membantah semua penjelasan Pemerintah Negeri Paman Sam. 

"Hingga terbukti sebaliknya, kami tetap beranggapan ini merupakan sebuah kejahatan perang," kata Liu dan dikutip BBC

Dia menjelaskan organisasinya telah menginformasikan kepada militer Afghanistan dan koalisi adanya serangan udara. Tetapi, mereka malah terus membom hingga 30 menit kemudian. 

"Rumah sakit itu sangat populer di area itu dan titik koordinasi secara terus menerus telah disampaikan kepada militer koalisi dan pejabat sipil per 29 September," kata dia. 

Obama: Cukup Sudah Penembakan Massal di AS
Liu menegaskan, serangan yang dilakukan AS terhadap fasilitas medis, tidak bisa hanya dianggap sebagai sebuah kesalahan belaka atau konsekuensi tak terhindarkan dari sebuah peperangan. (ren)

24-11-1963: Penembak Presiden Kennedy Tewas Terbunuh
Ileana Yarza, nenek yang kirim surat ke Obama

Cerita Obama Balas Surat Seorang Nenek untuk Minum Kopi

Nenek itu tak mengira suratnya bakal dibalas Obama.

img_title
VIVA.co.id
19 Maret 2016