Ayatullah Khamenei Kutuk Serangan di Kedubes Saudi

Hassan Rohani
Sumber :
  • REUTERS/Leader.ir

VIVA.co.id - Pemimpin spiritual Iran, Ayatullah Ali Khamenei mengutuk keras serangan terhadap Kedubes Saudi di Iran yang terjadi pada 2 Januari lalu.

Negara Teluk Sepakat Menyebut Hizbullah sebagai Teroris

Melalui situs web resminya, Rabu, 20 Januari 2016, Khamenei mengatakan, serangan pada Kedubes Saudi adalah hal yang "sangat buruk." Selain itu, Khamenei juga memuji tindakan militer Iran, yang juga disebut Penjaga Revolusi, yang telah menahan sejumlah pelaut AS yang memasuki perairan Iran. Menurutnya, seperti dikutip oleh Reuters, Rabu, 20 Januari 2016, apa yang mereka lakukan adalah tindakan yang benar.

Kedubes Saudi di Teheran menjadi sasaran kemarahan warga Iran yang marah karena pemerintah Saudi mengeksekusi ulama Nimr al Nimr, ulama Iran yang terkemuka, pada 2 Januari lalu. Massa yang marah lalu membakar kedubes tersebut. Saudi tak terima.

Iran Masih Buru Salman Rushdie, Jumlah Hadiah Makin Besar

Pemerintah Saudi lalu memanggil pulang staf diplomat mereka dan meminta diplomat Iran untuk meninggalkan Saudi dalam waktu 48 jam. Secara resmi pemerintah Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran. Langkah Saudi kemudian diikuti oleh Bahrain, Sudan, Gibouti dan Kuwait.

Sebelumnya pemerintah Iran juga sudah menjamin akan menangkap mereka yang terlibat dalam aksi pembakaran Kedubes Saudi dan tetap menjamin, staf diplomatik Saudi yang masih berada di Iran akan dijaga keselamatannya.

Embargo Dicabut, Iran Rasakan Perubahan Besar

Dua negara ini sama-sama memutuskan hubungan ekonomi. Iran dan Saudi mengambil keputusan untuk mengurangi ekspor dan impor mereka. Meski kini eskalasi sudah mulai menurun, namun kedua negara masih perang dingin.

Laga antara klub Iran, Sepahan, lawan klub Arab Saudi, Al-Ahli, di Liga Champions Asia 2014

Ketika 'Panasnya' Politik Merembet ke Liga Champions

Dua klub peserta LCA dipaksa harus main di tempat netral.

img_title
VIVA.co.id
16 Maret 2016