Ide Gila Donald Trump Buat Teroris Mengaku

Donald Trump, capres unggulan Partai Republik
Sumber :
  • REUTERS/Lucy Nicholson

VIVA.co.id – Calon presiden Amerika Serikat (AS) dari partai Republik, Donald Trump, melontarkan ide gila yang menurutnya efektif membuat tersangka teroris mengaku saat diinterogasi. Idenya adalah memberlakukan kembali teknik ‘waterboarding’ bagi pelaku teroris saat interogasi. Teknik kontoversial itu legal semasa pemerintahan mantan Presiden AS George W. Bush.

img_title Pemkab Tangerang Benarkan PNS Mereka Ditangkap Densus

Sementara itu, di bawah kepemimpinan Presiden Barack Obama sekarang, jelas menyatakan bahwa teknik waterboarding adalah suatu tindakan penyiksaan. Waterboarding adalah sebuah cara penyiksaaan tahanan, di mana yang disiksa merasa seakan-akan ditenggelamkan. Saat pemerintahan Bush, waterboarding tidak disebut sebagai penyiksaan melainkan hanya sebagai metode interogasi yang keras.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tentu waterboarding minimal. Mereka (teroris) memenggal kepala orang-orang Keristen dan banyak orang lain di Timur Tengah. Mereka memotong kepala,” ujar Trump seperti dikutip dari Indian Express, Senin, 8 Februari 2016.

img_title IDI Sukoharjo Minta Kasus Sunardi Tak Dikaitan dengan Profesi Dokter

Trump menyadari kemungkinan banyak orang yang menentang idenya. Namun demikian, cara itu dia nilai efektif. “Kalian harus melakukannya dengan cara itu dan saya tidak yakin semua orang setuju dengan saya. Saya kira banyak orang tidak setuju,” ujarnya.

Trump mengaku merasakan pedihnya hidup sejak masa pertengahan. Dia lantas menceritakan masa mudanya mendengar banyak kasus pemenggalan kepala. Trump menegaskan, jika menjadi pengambil keputusan, akan memilih teknik waterboarding untuk memaksa tersangka teroris mengaku.

img_title Munarman Tertawakan Tuntutan 8 Tahun Penjara: Kurang Serius
Sumber : medium.com (Nigeria deserve and should be better)

Bantu Perangi Terorisme di Afrika, Adakah Niat Terselubung Amerika?

Pemberontakan yang berulang di Nigeria Utara merupakan hasil dari lingkungan politik Nigeria.

img_title
VIVA.co.id
20 Desember 2023
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut