Arab Saudi Tangkap 32 Mata-mata Iran, Mayoritas Syiah

Ilustrasi mata-mata
Sumber :
  • Pixabay

VIVA.co.id - Arab Saudi telah menangkap 32 orang atas tuduhan mata-mata Iran. Dari 32 orang yang ditangkap, 30 diantaranya anggota dari minoritas Muslim Syiah.

Iran Akui Tentaranya Tewas dalam Perang Suriah

Dilansir dari situs Channel News Asia, Senin, 22 Februari 2016, warga negara Iran dan Afghanistan yang termasuk dalam daftar tahanan sejak 2013 itu memicu keprihatinan di kalangan Syiah Saudi.

Banyak pihak beranggapan terdapat beberapa tokoh terkenal dalam daftar tahanan tersebut yang tidak terlibat dalam aspek politik. Peradilan ini adalah yang pertama kalinya dilakukan Arab Saudi terkait dengan tuduhan mata-mata negeri Mullah tersebut.

Hal tersebut dilakukan karena dianggap menimbulkan ketegangan antara pemeluk Syiah dan Sunni lokal serta semakin renggangnya Arab dan Iran.

Ketegangan antara dua negara terjadi sejak Januari 2016 yang diawali dengan protes yang disampaikan warga Iran di Kedutaan Besar Arab Saudi setelah dilakukan eksekusi mati terhadap salah satu ulama terkenal Syiah Iran yaitu Nimr al-Nimr.

Biro Kejaksaan Riyadh menjelaskan, tuduhan kepada 32 orang tersebut didasarkan kepada kasus-kasus pelanggaran keamanan.

AS dan Israel Bahas 'Pengiriman' Virus Stuxnet ke Iran

Tuduhan tersebut termasuk karena dugaan pembentukan jaringan mata-mata dengan anggota intelijen Iran untuk memberikan informasi militer Arab Saudi, menyabotase kepentingan ekonomi Arab Saudi, merusak kohesi masyarakat dan penghasutan.

Mereka juga akan diadli atas tuduhan melakukan demo di kawasan mayoritas Syiah, merekrut orang lain untuk spionase, mengirimkan laporan untuk intelijen Iran melalui email dan melakukan pengkhianatan tingkat tinggi terhadap Raja Arab Saudi.

lmuwan Iran Shahram Amiri berbicara kepada jurnalis saat tiba di bandara Imam Khomini di Tehran, 15 Juli 2010.

Iran Eksekusi Mati Ilmuwan Nuklirnya

Shahram Amiri dituduh menjadi mata-mata Amerika Serikat.

img_title
VIVA.co.id
7 Agustus 2016