Ini Hasil yang Dibawa Jokowi dari Korsel dan Rusia
- REUTERS/Sergei Karpukhin
Hasil Kunjungan Presiden ke Rusia
Dari Korsel, Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Rusia dan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Vladimir Putin pada 18 Mei 2016, dan menghadiri KTT ASEAN-Rusia pada 19-20 Mei 2016.
Dalam pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Presiden Vladimir Putin di Rusia disepakati peningkatan potensi kerja sama dengan Rusia antara lain untuk peningkatan ekspor kelapa sawit, produk perikanan, buah, sayuran, serta kerja sama potensi pariwisata dan diversikasi investasi.Â
"Semua potensi ini akan ditindaklanjuti," kata Retno.
Kesepakatan investasi dilakukan perusahaan Rusia, yang berkomitmen membangun kilang minyak senilai US$13 miliar. Selain itu, antara Pemerintah Indonesia dengan Rusia juga dilakukan penandatanganan lima nota kesepakatan kerja sama. Yaitu, bidang pertahanan, perikanan, kebudayaan, arsip nasional, dan arsip Kementerian Luar Negeri.Â
KTT ASEAN-Rusia
Di hari ketiga berada di Rusia, Presiden menghadiri KTT ASEAN-Rusia yang dilakukan dalam memperingati 20 tahun kemitraan ASEAN-Rusia. "Tampak keinginan Rusia untuk meningkatkan kerja sama dalam bidang ekonomi," ucap Retno.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan kepada peserta konferensi bahwa kemitraan harus difokuskan pada energi, usaha mikro kecil dan menengah, serta konektivitas. Selain itu, isu keamanan dan perdamaian turut menjadi perhatian yang disampaikan oleh Presiden.
"Kemitraan ASEAN-Rusia harus membawa perdamaian dan kemakmuran bagi dunia," ucap Retno.
Di sela-sela perhelatan KTT ASEAN-Rusia, Presiden juga menyempatkan diri untuk bertemu dengan Perdana Menteri Vietnam dan Singapura. Dua hal utama yang dibahas dengan Perdana Menteri Vietnam, yakni mendorong realisasi target perdagangan sebesar US$10 miliar di tahun 2018, serta melanjutkan negosiasi delimitasi maritim.