Ini Hasil yang Dibawa Jokowi dari Korsel dan Rusia

Presiden RI Joko Widodo saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Rusia, 19 Mei 2016.
Sumber :
  • REUTERS/Sergei Karpukhin

Hasil Kunjungan Presiden ke Rusia

img_title Ini Prosesi Upacara HUT RI ke-76 di Istana Merdeka

Dari Korsel, Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Rusia dan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Vladimir Putin pada 18 Mei 2016, dan menghadiri KTT ASEAN-Rusia pada 19-20 Mei 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Presiden Vladimir Putin di Rusia disepakati peningkatan potensi kerja sama dengan Rusia antara lain untuk peningkatan ekspor kelapa sawit, produk perikanan, buah, sayuran, serta kerja sama potensi pariwisata dan diversikasi investasi. 

img_title Jokowi Kukuhkan Pasukan Pengibar Bendera HUT RI 17 Agustus

"Semua potensi ini akan ditindaklanjuti," kata Retno.

Kesepakatan investasi dilakukan perusahaan Rusia, yang berkomitmen membangun kilang minyak senilai US$13 miliar. Selain itu, antara Pemerintah Indonesia dengan Rusia juga dilakukan penandatanganan lima nota kesepakatan kerja sama. Yaitu, bidang pertahanan, perikanan, kebudayaan, arsip nasional, dan arsip Kementerian Luar Negeri. 

img_title Jokowi Kukuhkan 68 Anggota Paskibraka 2021, Ini Daftar Namanya

KTT ASEAN-Rusia

Di hari ketiga berada di Rusia, Presiden menghadiri KTT ASEAN-Rusia yang dilakukan dalam memperingati 20 tahun kemitraan ASEAN-Rusia. "Tampak keinginan Rusia untuk meningkatkan kerja sama dalam bidang ekonomi," ucap Retno.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyampaikan kepada peserta konferensi bahwa kemitraan harus difokuskan pada energi, usaha mikro kecil dan menengah, serta konektivitas. Selain itu, isu keamanan dan perdamaian turut menjadi perhatian yang disampaikan oleh Presiden.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kemitraan ASEAN-Rusia harus membawa perdamaian dan kemakmuran bagi dunia," ucap Retno.

Di sela-sela perhelatan KTT ASEAN-Rusia, Presiden juga menyempatkan diri untuk bertemu dengan Perdana Menteri Vietnam dan Singapura. Dua hal utama yang dibahas dengan Perdana Menteri Vietnam, yakni mendorong realisasi target perdagangan sebesar US$10 miliar di tahun 2018, serta melanjutkan negosiasi delimitasi maritim.

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi.

Mendag Lutfi Dinobatkan Jadi Pemimpin Terpopuler oleh Warganet

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, dinobatkan sebagai Pemimpin Paling Populer 2021. Penghargaan diberikan oleh PR Indonesia.

img_title
VIVA.co.id
10 Desember 2021
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut