Pasukan Khusus Bangladesh dan ISIS Adu Tembak, 6 Tewas

Militer Bangladesh siaga di ibu kota Dhaka.
Sumber :
  • Reuters

VIVA.co.id – Dua ledakan bom melanda distrik Timur Laut Shibbari, kota Sylhet, Bangladesh, pada Sabtu waktu setempat, 25 Maret 2017. Kejadian ini menyebabkan enam orang, termasuk dua aparat polisi, tewas dan 40 lainnya mengalami luka-luka.

Dukung ISIS, 16 Perempuan Turki Dihukum Gantung

Mengutip situs Reuters, Minggu 26 Maret 2017, ledakan terjadi sehari, setelah aksi bom bunuh diri di sebuah pos pemeriksaan keamanan dekat Bandara Internasional Hazrat Shahjalal.

Kelompok Daulah Islamiyah Irak dan al-Syam (ISIS) mengaku bertanggung jawab atas serangan bom tersebut, yang disampaikan oleh SITE dari kantor berita Amaq.

Kalah di Banyak Negara, Ke Mana Pengikut ISIS Kabur?

Aksi ini sebagai tindakan balasan, karena pasukan khusus Bangladesh melakukan operasi penggerebekan yang diduga lokasi persembunyian kelompok ekstremis.

Juru Bicara Militer Bangladesh, Kolonel Rashidul Hasan mengatakan, sebanyak 78 orang, yang terjebak di gedung lima lantai telah diselamatkan, setelah terjadi kebuntuan selama lebih dari 30 jam.

Densus 88 Selidiki Kabar Anak Indonesia yang Tewas di Suriah

"Sedikitnya enam orang, termasuk dua pejabat polisi, tewas dalam dua ledakan. Satu di dekat tempat persembunyian dan satu lagi di depan gedung apartemen," kata Hasan. Pasukan khusus Bangladesh telah mengepung tempat persembunyian kelompok ISIS.

Kelompok militan itu juga dituduh bertanggung jawab, karena menyerang restoran eksklusif pada Juli 2016 yang menewaskan 22 orang, di mana sebagian besar, atau 18 korbannya orang asing.

Hingga kini, operasi penggerebekan masih berlangsung. "Operasi dimulai pukul 07.00 pagi, dan masih berlangsung," tuturnya. Kendati demikian, pemerintah Bangladesh membantah keberadaan ISIS di negerinya.

Pemerintah justru menuding Faksi Jamayetul Mujahideen Bangladesh (JMB) berada di belakang serangan mematikan itu. (asp)

Logo kelompok militan ISIS.

Facebook Masih Jadi 'Karpet Merah' ISIS

Kelompok teroris itu masih bebas gaet calon anggota di Facebook.

img_title
VIVA.co.id
9 Mei 2018