Perang Anti-Korupsi di Arab Saudi Diragukan Investor Asing

Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman
Sumber :
  • Reuters

VIVA – Lebih dari sepekan yang lalu, Putera Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman, meneriakkan perang terhadap korupsi. Tanggal 4 November 2017, ia langsung mendeklarasikan pembentukan Komite Anti-Korupsi Arab Saudi.

img_title Misteri 20 Tahun Koma Pangeran Al-Waleed: Mengapa Keluarga Abaikan Saran Dokter?

Sehari setelah komite itu dibentuk, petugas yang berwenang  itu langsung melakukan  penangkapan terhadap sejumlah pangeran dan pejabat negara di Saudi yang diduga terlibat dalam perkara korupsi. Pangeran Mohammad bin Salman menjadi motor gerakan tersebut. Salah seorang yang ditangkap adalah Pangeran Alwaleed bin Talal, seorang multijutawan yang menjadi investor di berbagai negara dan pemilik jaringan hotel Four Seasons, dan lainnya adalah Pangeran Mutaib bin Abdullah, Pimpinan Garda Nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tapi langkah putera mahkota dipertanyakan oleh sejumlah investor asing. Tak sedikit yang meragukan niat Mohammad bin Salman, dan mengaitkannya dengan ambisi putera mahkota untuk menyingkirkan pesaingnya dalam upaya perebutan tahta.

img_title Siapakah Pangeran Al-Waleed? Kisah Tragis di Balik Koma 2 Dekade yang Hantui Kerajaan Saudi!

Diberitakan oleh Voa, aksi pangeran disambut baik oleh generasi muda warga Saudi. Namun investor asing memilih berhati-hati. Mereka khawatir apa yang dilakukan oleh Mohammad bin Salman adalah tindakan yang terlalu besar.

Lancarkan Suksesi

img_title Tidur Panjang Selama 20 Tahun, "Sleeping Prince" Pangeran Al Waleed Didoakan Netizen Segera Bangun

Sebagian lainnya meragukan niat bersih pangeran dan meyakini bahwa tindakan itu adalah upaya untuk menguatkan kekuasaan dan proses agar suksesinya tak terganggu jika ayahandanya, Raja Salman bin Abdullah harus lengser.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut kabar yang beredar saat ini, upaya pembersihan itu belum selesai. Komite Anti-Korupsi masih akan terus melakukan penangkapan. Menurut VoA, upaya penangkapan tu mengejutkan para diplomat asing di Saudi. Diperkirakan sudah 1.700 akun bank atas nama individual yang dibekukan oleh pemerintah Saudi.

Upaya besar ini dikhawatirkan akan membuat Saudi terguncang, apalagi negara tersebut sedang berada dalam kondisi yang tak stabil paska gonjang ganjing merosotnya harga minyak secara drastis sejak dua tahun lalu. (ren)

Ilustrasi meninggal dunia.

Terkuak, Pangeran Muda Arab Saudi Meninggal akibat Campuran Alkohol, Obat, dan Narkoba

Pangeran Arab, Abdullah bin Fahad bin Abdullah ditemukan meninggal di kamar hotel mewah di London. Hasil autopsi diketahui ia henti jantung karena alkohol, obat, narkoba

img_title
VIVA.co.id
26 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut