Begini Cara Polisi Ungkap Kasus Pornoaksi di Mango Live

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Pasma Royce saat rilis kasus pornografi
Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Pasma Royce saat rilis kasus pornografi
Sumber :
  • VIVA/Andrew Tito

VIVA KriminalPolres Metro Jakarta Barat dan Polsek Kebun Jeruk meringkus dua terangka pria dan wanita terkiat kasus pornografi yang dilakukan secara live melalui aplikasi media sosial Mango Live, Rabu 6 Juli 2022. 

Kedua tersangka yang berhasil dimanjakan adalah wanita berinisial SN dan pria berinisial RH. Wanita itu mempertontonkan adegan bugil di media sosial yang menghasilkan uang. Sementara RH berperan sebagai agensi yang membiayai atau memberi gaji kepada talent. 

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Pasma Royce mengatakan, kasus tersebut terungkap setelah pihaknya melakukan patroli cyber 

"Kemudian didapat adanya aktivitas di aplikasi Mango Live yang melakukan kegiatan Live Streaming dengan mempertontonkan adegan talent memperlihatkan tubuhnya secara terbuka," ujar Royce sat rilis kasus di Polres Metro Jakarta Barat, Rabu 6 Juli 2022. 

Royce mengatakan mendapat informasi dari Polsek Kebun Jeruk jakarta Barat, kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap kedua tersangka di dua lokasi berbeda pada akhir Juni 2022. 

Pasma jelaskan, awalnya penyidik mengamankan SN di kawasan Cipayung, Jakarta Timur, diketahui tersangka SN telah melakukan kegiatan pornografi tersebut selama tiga bulan dan berhasil raup untung dalam kasusnya tersebut sebanyak Rp30 juta dalam satu bulan beraksi. 

"Sementara pelaku RH ini yang berstatus sebagai agency sudah kurang lebih 6 bulan menjadi agency dengan penghasilan perbulannya sekitar Rp25 juta," ujarnya. 

Pasma menjelaskan, RH berstatus sebagai agency dan merupakan sub agency bernama Unicorn Managemen yang berasal dari luar negeri, tersangka RH kemudian merekrut SN dengan cara melalui DM Instagram.

"Pelaku RH mencari talent dari Instagram dengan cara di DM dan membuat kontak dengan agen-agen yang ada. Pelaku sudah melakukan selama kurang lebih 6 bulan dengan penghasilan Rp25 juta perbulan, Sementara tersangka SN sudah melakukan live streaming selama 3 bulan dengan penghasilan kurang lebih Rp30 juta perbulan. Aplikasi di Mango Live, akunnya bernama Miranda," ujarnya. 

Pasma menjelaskan, cara tersangka mendapatkan uang yakni para streamer atau penonton yang masuk ke dalam akun milik si pemeran yakni tersangka SN, kemudian mentransfer jika ingin melihat SN telanjang bulat.

Uang masuk ke rekening tersangka RH dan kemudian dibagikan kepada pemeran. Namun angka tersebut tentunya bervariatif, tergantung berapa banyak orang yang menonton live streaming tersebut.

 "Tersangka mengakui uang tersebut digunakan untuk biaya kebutuhan hidupnya sehari-hari. Saat ditangkap uangnya juga sudah habis digunakan untuk keperluan hidupnya," ujarnya. 

Dalam proses penyelidikan, selama enam bulan menjadi agency, tersangka RH telah mempunyai sebanyak 150 talent. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait ratusan talent tersebut.

"Kita masih pendalaman ke yang lain karena yang penyidikan kita harus melihat terhadap orang orang yang tampil tentunya identitas pelaku yang harus kita dalami. Kita juga akan Koordinasi dengan saksi yang ada," ujarnya. 

Atas perbuatannya, kedua tersangka dijerat pasal berlapis yakni Pasal 29 JO Pasal 4 Ayat 1 dan atau Pasal 36 JO Pasal 10 UU RI nomor 44 Tahun 2008, tentang pornografi dan atau Pasal 45 ayat 1 JO Pasal 27 Ayat 1 UU RI nomor 18 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.